Episode 86

284 44 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

.

Erik membuka pintu kamar jeano dengan perlahan, ia melihat si pemilik kamar nya sudah tidur dan dia masih mengenakan seragam sekolahnya. bisa bisanya dia tidur sebelum mengganti baju nya tapi biarlah yang penting erik berhasil membawa jeano pulang ke rumah.

ke esokan paginya, jeano bangun lebih awal dia masih ingin menghindari papa nya tapi ternyata papa nya sudah bangun lebih dulu dari nya.

"jeano" panggil jeffran

jeano menahan langkah kakinya, sebenernya rasa kesal ke papa nya itu sudah berkurang tapi dia masih enggan berbicara sama papa nya.

melihat jeano berdiam diri, jeffran langsung datang menghampiri nya lalu ia menatap anak nya yang sedang menundukkan kepala nya.

"angkat kepala kamu dan tatap mata papa"

jeano pun langsung menuruti perkataan papa nya itu, lalu tiba-tiba saja papa nya memeluk tubuhnya dengan erat.

"maaf, papa sudah membantak kamu no"

ini jeano engga salah dengar kan? papa nya minta maaf?, iya memang papa nya membentak nya tapi ini bukan sepenuhnya salah papa nya.

"pa.., papa engga salah, seharusnya nono yang minta maaf. nono terlalu keras kepala pa, maafin nono"

jeffran tersenyum, memang seharusnya dia melakukan cara seperti ini agar anak nya bisa minta maaf, jeano pun memeluk balik tubuhnya dengan sangat erat.

erik yang baru saja bangun, dia melihat jeano dan jeffran sedang berpelukan, syukurlah sekarang mereka berdua sudah berbaikan.

sekarang mereka bertiga bisa sarapan bareng dimeja makan.

"erik"

"iyaa om?"

"ayah kamu menelfon saya tadi malam, dia bilang kenapa kamu engga meng angkat telfonnya semalam?"

"really?, erik engga tau"

"jangan bohong sama saya"

erik langsung tersenyum hingga memperlihatkan deretan giginya, sial kali ini kebohongannya bisa ditebak sama pamannya.

"maaf om hehe, erik engga mau balik ke sana. erik mau disini aja om"

"kenapa? apa kamu punya masalah sama orang tua kamu?, atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"

"engga ada, semua aman"

jeano seketika memicingkan matanya, ia sedang mencari sebuah kebohongan dari wajah erik dan yap, erik terlihat jelas kalau dia itu lagi berbohong.

My Jealous Tiger || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang