Gimana si rasanya punya pacar yang super jealous and posesif ? kalian pasti nya senang atau merasa dikekang? entahlah. Jeano memiliki pacar yang bernama Damian yang super jealous and posesif bisakah Jeano bertahan dengan pacar nya itu ? atau ia just...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.
.
.
Mendengar erik yang membelikan obatnya, ternyata dia baik juga, padahal kemarin mereka habis bertengkar. melihat damian hanya memandangi obatnya, jeano jadi merasa heran.
"kamu kenapa sayang?, ko nda diminum obatnya? ahh apa harus makan dulu baru boleh diminum?"
"engga papa sayang, aku engga perlu makan. obat ini bisa diminum sebelum makan ko"
damian pun langsung membuka obatnya lalu meneguk nya hingga habis, ahh rasanya benar-benar aneh tapi dia harus mejaga mimik wajahnya terlihat baik baik saja dihadapan jeano.
"ini minumnya sayang"
"makasih cinta"
jeano mengangguk pelan sebagai balasan perkataan pacar nya itu, setelah minum obat sekarang mereka berdua kembali merebahkan badannya di kasur.
sebenernya jeano ingin menanyakan soal damian yang datang dengan keadaan mabuk tapi kayanya ini belum waktunya, jadi pertanyaannya dia urungkan dulu deh, lebih baik sekarang dia pelukan.
damian tersenyum, berpelukan dengan jeano terasa sangat nyaman. andai setiap malam dia bisa berpelukan seperti ini pasti hidup nya sangat bahagia.
di satu sisi damian memang merasa senang tapi disisi satunya, dia merasa sedih kalau sampai nanti dia harus meninggalkan jeano..
engga !, pokoknya dia harus cari apapun agar tetap bersama dengan jeano dan ini kenapa jeano tak bertanya tentang dia datang dengan keadaan mabuk ya?. apa dia sedang memendam rasa kesal nya? karna terlalu khawatir sama damian? tapi baguslah jeano tak bertanya soal kenapa dia mabuk hehe.
pagi hari telah tiba, hari ini jeano pura pura sakit agar dia tak berangkat sekolah. papa nya sudah menyiapkan obat untuk jeano minum tapi jeano sekarang masih tertidur dikamar nya.
karna anak nya belum keluar kamar juga, jadi dia menyerahkan jeano ke erik. erik juga ikut terlibat dalam kebohongannya jeano jadi dia hanya mengangguk pelan untuk menuruti perkataan jeffran.
mendengar kode dari erik kalau papa nya sudah berangkat kerja, jeano pun langsung kembali ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.
"sayang, ayo bangun kita sarapan"
"maaf ya no? kamu jadi berbohong karna aku"
"nda perlu minta maaf sayang, lagi pula aku mager ke sekolah"
"jangan seperti itu sayang"
mager nya hanya disaat tertentu aja hehe, ya kali mager tiap hari yang ada nanti jeano engga lulus karna bolos terus.