Jeano membuka matanya perlahan, badannya terasa sangat lemas terutama bagian kakinya. padahal tadi dia hanya berdiri sebentar dan sekarang dia sedang berbaring dikamar?, bukannya tadi dia sedang berada didepan pagar rumah damian? ko sekarang tiba-tiba dirinya ada didalam kamar, apa yang terjadi?.
melihat jeano sudah bangun, erik langsung mendekat ke kasur.
"no, are you okay?" tanya erik dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.
jeano mengerjapkan matanya beberapa kali, kenapa erik terlihat sangat khawatir?, ia ingin bangun dari posisi baringnya tapi tiba-tiba entah kenapa kepalanya terasa sangat pusing.
"jangan paksain diri lu no, lu harus tetap berbaring"
"shh, kepala gw pusing banget rik. sebenernya gw kenapa?"
"lu pingsan tadi, sekarang lu kena flu. gara gara terlalu lama terkena hujan"
"pingsan?"
erik ragu buat menjawab pertanyaan jeano, bagus juga kalau jeano engga ingat tapi mau bagaimana pun dia pasti bakal mengingat penyebab dia pingsan tadi.
mau engga mau erik mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan jeano.
jujur jeano engga begitu ingat, dia berusaha untuk mengingat penyebab dia pingsan tapi kepalanya kembali terasa sangat pusing.
"jangan dipikirin penyebab lu pingsan no, sekarang lu harus istirahat" ucap erik seraya membenarkan selimut yang jeano pakai.
jeano menurut saja sama perkataan erik, semakin dia pikirkan kepalanya semakin pusing.
jeffran masuk ke kamar jeano sambil membawa makanan dan obat yang akan dia berikan ke anaknya, ia duduk dikasur anaknya lalu memeriksa suhu tubuh jeano.
masih hangat, seharusnya tadi dia engga mengizinkan jeano dan erik pergi ke rumah damian.
"sayang, ayo bangun dan makan"
mendengar suara papa nya menyuruh dia untuk makan, jeano langsung menyembunyikan kepalanya di dalam selimut.
disaat sakit, nafsu makan semua orang pasti menurun bukan? mau di kasih makanan kesukaannya pun, jeano tetap engga nafsu.
"nono engga laper pa"
"kamu harus minum obat, makan sedikit saja ya?"
"engga mau, nono engga nafsu"
jeffran menghela kan nafasnya, dia lupa kalau anaknya sedang sakit, pasti susah sekali untuk disuruh makan.
"sayang"
"umm.. nanti nono makan pa, taro aja makanannya di meja"
"taro aja om, nanti erik bantu jeano buat makan. om istirahat aja"
"saya jadi merepotkan kamu terus rik, seharusnya saya tadi tidak mengizinkan kalian pergi ke sana"
erik tersenyum setelah mendengar perkataan pamannya itu, ayolah kenapa dia jadi merasa bersalah?. walau dilarang pergi pun, jeano bakal tetep pergi nanti.
dan apa itu merepotkan dirinya?, justru erik makin seneng bisa kembali dekat sama jeano seperti dulu.
"om sendiri kan tau sikap anak om itu gimana, jadi engga perlu merasa bersalah dan om engga sama sekali merepotkan erik ko. justru erik seneng bisa bantu jeano"
tetap saja, jeffran merasa bersalah, dia benar benar ceroboh sebagai orang tua.
"maaf ya?"
"it's okay, om"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Jealous Tiger || END
General FictionGimana si rasanya punya pacar yang super jealous and posesif ? kalian pasti nya senang atau merasa dikekang? entahlah. Jeano memiliki pacar yang bernama Damian yang super jealous and posesif bisakah Jeano bertahan dengan pacar nya itu ? atau ia just...
