Yoongi melajukan mobilnya melebihi batas rata² , dunia nya kembali hancur untuk yg ke sekian kalinya , ingin rasanya yoongi mengembalikan waktu dan memperbaiki semuanya , namun seperti nya itu tidak mungkin lagi.
Arggghhhhhh .....
Yoongi memukul stir mobilnya , meremat kuat hingga kuku tangannya memutih.
" Mianhae jiminie "
Hanya kata itu yg terus keluar di bibirnya. Yoongi menambah laju mobilnya , tak peduli dengan lampu lalu lintas , atau pengendara lain.
Yoongi tak menghiraukan kanan kiri , fikirannya hanya jimin jimin dan jimin.
" Jimin , aku sangat mencintai mu. Sangat sangat mencintai mu "
Ckittttt ... Brakkkkk ...
.
Jimin masih tetap mengurung diri di kamar , masih enggan keluar meski untuk sekedar makan.
Ponselnya tiba² berdering menampilkan nama yoongi disana.
Tidak ada niatan jimin untuk mengangkat panggilan tersebut.Lagi lagi ponsel jimin berdering masih dengan nomor yg sama , dan lagi lagi jimin mengabaikannya.
5 menit kemudian ponsel jimin kembali berdering tapi bukan dari yoongi , melainkan dari nomor baru , jikin mengangkat sebelah alisnya bingung.
" Siapa ?" Ingin rasanya jimin mengabaikan panggilan itu namun kembali lagi ponselnya berdering.
" Nee yoeboseyo ?"
" ... "
" Nee , saya park jimin "
" ...."
" Mwo ? Anda jangan bercanda "
Tubuh jimin merosot ke lantai kakinya benar² lemas bagai jelli , matanya kembali mengelurkan bulir bulir bening.
" Andweee hiks , hyunggg "
Seokjin berlari menghampiri jimin yg berteriak histeris dari dalam kamar.
Brakkk ...
" Jimin ? Mwo ? Astaga jimin ada apa ?"
" Hyung hiks antar aku ke rumah sakit hyung hiks "
" Kenapa ? Apa ada yg sakit ?"
" Yoongi hiks yoongi hyung hiks kecelakaan "
" Astaga , "
.
Seokjin menghentikan mobilnya di depan gedung rumah sakit , jimin sendiri sudah lebih dulu keluar dr mobil dan berlari ke meja pendaftaran guna menanyakan keberadaan kamar yoongi.
" Pasien atas nama tuan min yoongi masih berada di ruang operasi tuan , anda bisa lurus lalu belok kiri disana ruang operasinya " begitu kata perawat disana.
Setelah mengucapkan terima kasih jimin dan seokjin bergegas menuju ruang operasi , jimin tak henti²nya menangis dan menggumamkan nama yoongi berdoa agar kekasih nya itu baik² saja.
Yoongi memang sering menyakiti jimin , tapi bukan jimin jika tak gampang memaafkan kesalahan orang lain.
.
Sampai di depan ruang operasi jimin mengatur sebentar nafas nya , belum ada tanda² operasi yoongi selesai.
Setelah menunggu sekitar 2 jam , dokter pun keluar dr ruang operasi.
" Dokter bagaimana keadaan pasien ?" Tanya jimin penasaran .
" Apa anda keluarga nya ?"
" Iya , saya keluarga nya "
" Operasi berjalan lancar tuan , kami melakukan tindakan operasi karena ada beberapa serpihan kaca mobil ug mengenai anggota tubuh pasien, tapii ... "
" Tapi apa dok ?"
" Tapi untuk sementara pasien sepertinya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena pasien mengalami kelumpuhan sementara "
Bagai di sambar petir di siang bolong , hati jimin sungguh sakit menerima kenyataan itu.
" Tapi pasien bisa sembuh jika dia menjalani terapi dari sering di latih untuk berjalan "
Jimin masih tidak bisa berkata² , dia masih mencoba mencerna pernyataan dari dokter.
" Pasien akan di pindahkan ke kamar rawat , anda bisa melakukan pembayaran di bagian adminitrasi "
" Nee terima kasih dokter "
.
" Jim , lebih baik kamu makan dulu biar aku yg menemani yoongi sambil memunggu namjoon datang "
" Aku tak selera hyung , aku ingin disini menemani yoongi hyung "
" Jim , kamu juga harus memperhatikan kesehatan kamu , yoongi pasti juga sedih "
" Tidak hyung , aku hanya ingin disini menemani yoongi hyung "
Seokjin akhirnya mengalah , sekuat apapun jin memaksa jimin semakin keras kepala pula jimin.
" Oke , hyung akan keluar sebentar. Jika terjadi sesuatu kabari aku "
" Nee hyung "
.
Terhitung sudah satu hari yoongi belum sadarkan diri , benturan pada kepalanya yg menyebabkan dia harus mengalami koma.
Selama itu pula jimin selalu menemani yoongi , meski namjoon dan seokjin berkali² membujuknya untuk sekedar makan atau mandi tapi jimin tetap menolak nya.
" Hyung , apa mimpi mu indah ? Kamu betah sekali di sana ? Kamu tau aku disini menunggu mu untuk membuka mata , "
Buliran bening kini kembali membasahi pipi gembil jimin.
" Hyung hiks maaf. Aku sudah membuat mu seperti ini hiks. "
Jimin mencium punggung tangan yoongi cukup lama , dia rindu dengan yoonginya.
Tangis jimin kembali pecah hatinya memang sakit saat tau masalalu yoongi , tapi jauh lebih sakit saat melihat kondisi yoongi saat ini karena bagaimana pun dia masih sangat mencintai yoongi.
" Hyung , cepat buka mata mu. "
Namjoon dan seokjin yg melihat adegan itu pun ikut merasakan sedih.
Mereka tau yoongi dan jimin saling mencintai namun ada saja kerikil yg selalu mengganggu perjalanan cinta mereka." Sakit melihat seperti ini joon "
" Iya sayang , semoga setelah kejadian ini tidak ada lg rintangan yg menghalangi perjalanan cinta mereka "
.
Annyeongg 🥰
Selamat berbuka puasa yeorobun 🥰💜💜

KAMU SEDANG MEMBACA
ALWAYS LOVE YOU ( END )
FanfictionMin Yoongi namja kaya raya, angkuh dan berhati dingin, tak jarang dia juga berlaku kasar pada kekasihnya. tapi dia juga sangat mencintai kekasihnya. Park JiMin kekasih min Yoongi, namja manis dan berhati lembut , dia tak pernah melawan saat Yoongi...