Basket

89 18 5
                                        

Jangan sider cok🤓

say hy to Leo Ivander

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

say hy to Leo Ivander

say hy to Laskar Buana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

say hy to Laskar Buana

say hay to Awan Damian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

say hay to Awan Damian

.
.
.
.

"Eh, sini coba tangan lo!" Angelina terpekik kaget, menatap lingkaran indah pada jari manis Azura, pada saat gadis itu hendak menyuapkan roti pada mulutnya.

"Lo? lo tunangan!?" Tanyanya dengan suara keras sehingga hingga menyita perhatian semua siswa yang ada didalam kelas.

Sontak Azura menjauhkan tangannya dari gadis itu. Ia tak berani menatap satu orang pun yang ada didalam kelas.

"Lo beneran tunangan?" Zena bersama Jihan datang menghampiri dua gadis itu, Azura enggan untuk menjawab.

"Jawab anjing, bisu lo!?" Bentak Zena lagi.

"Siapa yang lo bilang anjing?" Pria jangkung, kakak kelas mereka datang berjalan tegap disusul ketiga temannya dibelakang.

"Jawab!?" Gibran menatap tajam Zena yang berdiri tertunduk.

GIBRANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang