06

25 0 0
                                    

   Happy reading❤️





Sabtu siang,ketigabelas remaja itu kembali berkumpul di kamar jihoon,tentunya setelah menyelsaikan jam kuliah mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sabtu siang,ketigabelas remaja itu kembali berkumpul di kamar jihoon,tentunya setelah menyelsaikan jam kuliah mereka.

"Nih,minum dulu. Stock gue cuman tinggal ini doang" kata jihoon sembari meletakkan nampan berisikan tiga belas minuman kaleng.

Haruto dengan segera mengambil sekaleng minuman dan meneguknya dengan cepat. Haruto merasa jika ia akan memerlukan banyak energi untuk pembicaraan kali ini.

Mereka pun mengambil satu persatu minuman itu termasuk jihoon si tuan rumah.

Jihoon bedeham sebentar guna membuat teman-temannya befokus padanya.

"Gue mau nanya sekarang,siapa disini yang digangguin sama tu setan?" Tanya jihoon.

Jeongwoo,jungwhan,yoshi,mashiho dan yoonbin mengangkat tangan mereka.

"Kak,lo diganggu juga?" Tanya jaehyuk saat melihat orang terakhir yang mengangkat tangannya adalah yoonbin.

Yoonbin mengangguk lesu. "Ya,bisa dibilang gitu deh"

"Terus setan yang ganggu kalian sama nggak sama yang ganggu jeongwoo?" Tanya jihoon lagi dan diangguki oleh jungwhan,yoshi dan mashiho.

Jungwhan dan yoshi sedikit mengidik ngeri saat mereka kembali mengingat memory dimana mereka melihat sosok hantu itu dengan sangat jelas.

"Sumpah tu setan serem banget!" Komentar mashiho juga.

"Dimana-mana setan emang serem kali,kalo cantik ntar digebet sama kak jaehyuk lagi" celetuk haruto.

Jaehyuk yang namanya disebut pun melirik sinis haruto. "Gue diem ya babi" umpatnya.

"Kak yoonbin,lo kenapa nggak nganguk?" Tanya yedam yang sendari tadi menatap yoonbin.

"Ya,karna setan yang ganggu gue beda sama yang ganggu mereka" jawab yoonbin jujur.

Semua orang beralih menatap yoonbin penuh tanya.

"Beda gimana?" Tanya hyunsuk.

"Yang gue liat itu dia cantik,cuman ya gitu gue di tipu sama tu setan"

"Tumben gue denger tukang tipu ditipu" celetuk doyoung yang langsung mendapat cubitan maut dari yedam di sebelahnya.

"Doy diem deh!" Peringat yedam dingin.

Doyoung hanya mendengus sebal sambil mengusap-ngusap pinggangnya yang dicubit oleh yedam.

"Maksud lo ditipu kak?" Tanya jeongwoo yang sendari tadi memilih diam untuk menyimak perbincangan teman-temannya itu.

What Happen's?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang