Don't Talk

3 1 0
                                        

-𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟯𝟬𝟮𝟰, 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗰𝗸𝗮𝗶𝘀𝗲𝗻 (𝘀𝗲𝗯𝘂𝗮𝗵 𝗻𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗳𝘂𝘁𝘂𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸)

Seorang warga baru saja ditahan pihak militer. Ia dibawa ke ruangan bercahaya merah redup, dengan dinding berwarna putih. Banyak perangkat berteknologi tinggi di sana.

"Ambilkan Asauk 02," perintah seorang ahli teknologi.

Bawahannya lekas meraih sebuah perangkat berbentuk selembar uang kertas. Benda itu hendak dilekatkan ke mulut si warga, namun buru-buru ditepisnya. Wajah si ahli seketika nampak murka. Segera ia ambilkan perangkat lain serupa mahkota kecil bertuliskan Asauk 01.

Perangkat itu lalu diarahkannya pada mulut si warga. Pendar-pendar oranye dari perangkat itu kemudian menyebar di sekeliling area bibir si warga. Ia berteriak kesakitan, namun si ahli tak menghentikan aktifitasnya hingga beberapa detik. Usai itu, area mulut si warga seketika rata, bibirnya seperti direkatkan menyatu, dan ... suaranya tak lagi terdengar.

"Apa yang dilakukan orang itu hingga mulutnya mereka hilangkan?" tanya seorang petugas kebersihan kepada rekannya.

"Dia memprotes petinggi-petinggi kita yang korup."

"Hei, kau lupa? Jangan menyebut mereka korup atau kau akan bernasib sama seperti dia."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 05, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Penggalan's Kisah Dalam MenitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang