Genre: Spiritual-Romance
Start: 12 Mei 2023
Revisi: 29 Desember 2023
Ending: 10 Mei 2024
❥Mendadak Ning
Aku tidak pernah sekalipun menyesali takdir yang mempertemukan kita meskipun dengan cara yang salah bahkan mengikat kita dalam satu ikatan suci b...
Jodoh memang cerminan diri. Namun itu tak selamanya, karna pada hakikatnya menikah adalah menyempurnakan dua insan yang masing-masing punya kekurangan di dalam dirinya.
~Alif Syauqi khalif~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••••
Keduanya melaksanakan sholat dhuha berjamaah dua rakaat secara khusyuk. Mulai dari takbir membesarkan nama Allah, hingga diakhiri salam. Setelahnya Alif berbalik menyodorkan tangannya untuk disalimi oleh Arumi, namun respon gadis itu cukup berbeda. Gadis itu malah menaikkan satu alisnya seolah bertanya 'Buat apa?'
Alif mengerlingkan matanya malas "Salim, masa gitu aja gak tau!"
Arumi menyengir "Ouh salim. Santai aja dong, nggak usah marah-marah" Dengan segera ia menyambut tangan Alif, menempelkan tangan besar itu di pipinya.
"Kalo salim itu yang bener..."
Arumi geleng-geleng "Emang salim yang benar gimana? kan sama aja" Perasaan, perbuatannya tidak ada yang benar di mata Alif.
Alif mengelus kepala Arumi membuat perempuan itu terfokus menatap netranya "Ya beda dong habibati, kalo salim itu tuh gini, coba tangannya siniin. salim lagi!" Alif mulai mengarah kepala arumi untuk mengecup tangannya dengan cara yang lebih tepat "Kalo salim tuh gini, dikecup. Bukan cuma kena pipinya doang"
Arumi manggut-manggut mengerti "Berarti selama ini fisha salah dong ya?"
"Banget!" Bibirnya mengerucut mendengar respon yang sangat-sangat diluar ekspektasinya. Ia berharap suaminya itu mengatakan 'Nggak papa dong sayangku..kamu kan baru tau' tapi ini malah diluar dugaan.
Sudah malas meladeni Alif, Arumi kemudian beranjak namun tiba-tiba laki-laki itu menariknya hingga Arumi terjatuh di pangkuan Alif. Keduanya saling pandang untuk beberapa saat, saling meneliti ciptaan tuhan di depan mereka.
Arumi mengerjap sadar. Astaga apa yang dia lakukan. Arumi langsung beranjak dari pangkuan Alif. Suasana tiba-tiba menjadi canggung.
Alif yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dan Arumi yang berusaha menenangkan jantungnya yang menggila. "M-maaf"
Alif mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Arumi, sangat ambigu. "Kenapa apanya?"
Arumi memutar bola matanya malas, suaminya ini seketika amnesia "Kenapa manggil?"
"Ouh, zikir dulu setelah sholat, jangan langsung berdiri. Dalam Al-Qur'an surah an-nisa Allah berfirman 'Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berdzikirlah kepada Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman'