.
Sungguh canggung berada dalam satu ruangan bersamanya. Apalagi, ini benar-benar hanya mereka berdua saja. Jisoo sampai bisa mendengar helaan napas Jennie.
Jisoo memastikan berulang kali kalau Jennie tidak mencurigai apapun setelah pertemuannya tadi malam. Ia tak ingin penyamarannya terungkap begitu cepat sedangkan tugasnya belum selesai. Namun, Jennie hanya sibuk dan memfokuskan dirinya mengatur beberapa hal penting dalam ruangan tersebut. Gadis itu malah menganggap kehadiran Jisoo seperti tidak ada dalam ruangan. Meski begitu, Jisoo lebih nyaman dengan keadaan ini ketimbang Jennie yang bisa saja menjebaknya dengan beberapa pertanyaan.
Walau, ia juga ingin berbincang banyak dengannya. Karena kemisteriusannya itu, hampir setiap sudut sekolah rela menyebutkan namanya minimal sekali dalam sehari. Entah menyebutkan tentang keberuntungannya menjadi cucu salah satu orang terkaya di Korea Selatan, atau kemalangannya menjadi target perundungan selama setahun terakhir. Alih-alih kesal karena beberapa kali diperlakukan dingin oleh Jennie, Jisoo justru bersimpati dengan hidup gadis itu. Dibalik sikap dingin, mungkin tersimpan beberapa luka yang tidak bisa ia bayangkan bagaimana rasanya.
Wendy tidak menceritakan dengan detail apa yang terjadi di masa lalu Jennie. Wanita itu selalu menekankan kata untuk menjaganya. Soal menjadi teman dekatnya, adalah sebuah poin plus jika Jisoo berhasil menembusnya. Tapi, Jisoo tidak mau repot-repot karena ia juga tidak akan lama bersekolah di sini. Peringatan dari Park Minyoung juga membuatnya menghapus beberapa niatan berlebihan dalam dirinya. Dan, karena itu, ia hanya akan berusaha untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Sesuai perjanjian awal.
"Pukul 12.15, umumkan terkait hal ini." Jennie bersuara setelah menepuk pelan mic yang dipegangnya. Kemudian, satu tangannya mengulurkan sebuah kertas ke Jisoo. "Sebetulnya ada beberapa hal mendasar terkait broadcasting ini. Tapi, gue gak mau repot ngajarinnya. Pelajari sendiri lewat youtube atau apa kek."
Jisoo manggut-manggut. Toh, kesalahan apapun yang ia lakukan hari ini, tidak akan merugikannya. Ekskul ini pasti yang akan rugi jika mengeluarkannya.
Ia pun lekas mengambil kertas yang diulurkan Jennie. Jennie kembali disibukkan dengan mengurus mic yang kelihatannya mengalami masalah kecil. Keningnya mengerut, menunjukkan kebingungan bercampur cemas. Sekalipun ia terlihat tidak peduli dengan ekskul ini, ia masih ada hati untuk tidak mengecawakan Joohyun. Ya, hanya Joohyun lagi-lagi yang mampu membuatnya sedikit menjadi manusia di dalam sekolah ini.
"Kalau boleh tahu, hal mendasar apa yang kamu sarankan untuk aku pelajari secara singkat ini?" Tanya Jisoo. Rupanya ia sudah mengeluarkan ponselnya dan mulai berselancar di dunia maya. Membuka mesin pencarian google dan menemukan beberapa artikel yang menyebutkan beberapa poin penting mengenai bidang broadcast.
Jennie mendongak, bersamaan dengan itu, mic yang dipegangnya berfungsi dengan semestinya. Jisoo menangkap guratan lega yang buru-buru dihilangkan Jennie saat mata keduanya bersibobrok satu sama lain. "Pelajari mengenai nada saat mengumumkan saja. Untuk poin lain, nanti saja menyusul."
Jennie manggut-manggut lagi. Menuruti Jennie, ia kemudian membuka video youtube yang Jennie maksudkan. Melalui airpods yang tertancap di telinganya, ia mulai mendengarkan materi dari youtube. Mengabaikan Jennie yang sudah mengalungkan sebuah headphone besar di lehernya.
"Ehem... okay... oh begitu.... heh? Oh... jadi? Ehem, ehem,.... oalah..."
Tuk! Tuk!
Jennie terganggu, tolong. Ia ingin damai saja dengan bantuan baik hatinya ini.
Jisoo melihat pergerakan Jennie. Ia segera men-jeda video yang ditontonnya seraya menunjukkan wajah tidak mengertinya, "ya?"
"Bisa gak usah pake efek? Suara lo ganggu banget." Tegur Jennie dengan menunjuk telinganya. Jisoo merespon dengan anggukan kecil, lalu melanjutkan menonton video lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DERN [ JENSOO ]
RomanceKim Jennie adalah cucu dari seorang konglomerat kaya raya yang akan mencalonkan diri sebagai presiden. Sejujurnya, ia tidak peduli dengan hal tersebut. Namun, berada dalam radius yang terdampak akan pencalonan tersebut, membuat Jennie ikut terseret...
![DERN [ JENSOO ]](https://img.wattpad.com/cover/315110942-64-k725970.jpg)