Sesampainya di rumah...
Terlihat seorang pria paruh baya tengah menunggunya di sofa. Pria itu adalah ayah Dhilla. Dhilla memasukkan motornya ke garasi secara perlahan. Setelah itu ia mau kedalam rumah. Dengan langkah yang bergetar ia jalan menuju pintu utama.
Secara perlahan ia mulai membuka pintu rumahnya. Setelah pintu terbuka...
"BAGUS JAM SEGINI BARU PULANG MANA DUITNYA HAH?!" BENTAK PRIA ITU
"M-maaf yah illa g-ga b-bawa uang" Dhilla bergetar
Lalu pria itu berdiri. Dan mendekati Dhilla. Setelah berada di depannya tepat pria paruh baya itu langsung mencengkeram kuat dagunya.
" SEKARANG IKUT SAYA!!" Ucapnya penuh tekanan.
Didalam kamar mandi
"I-iya yah" Dhilla
"Plak!!" Satu tamparan Mendarat mulus di pipi dhila.
Ia mendapatkan beberapa kali tamparan. Setelah itu ayahnya menyiram tangannya menggunakan air panas. Lalu ayahnya menceburkannya ke dalam bak mandi yang udah dikasih es batu oleh ayahnya.
" Yah udah yah hentikan Dhilla mohon" ucap Dhilla menaikkan kepalanya..
Lalu ayahnya dengan sengaja menekan kepalanya Dhilla kepalanya masuk kedalam air. Didalam air Dhilla berontak karena udah mulai sesak pada dadanya dan dingin air yang menyengat kulitnya. Setelah beberapa saat. Dhilla sudah tak berentak lagi.
ayahnya yang melihat Dhilla tak bergerak lagi langsung melepaskan tekanan tangannya..
" Wah Jan sampe ni anak mati" ucapnya
Lalu ayahnya mengangkat kepalanya Dhilla dan menyandarkan kepalanya di pinggir bak mandi. Setelah itu ia keluar dari kamar mandi dan menguncinya.
Pindah ke El..
Ia Sedang mencari santri yang kabur tadi. El saat perjalanan hendak ke pesantren bertemu dengan salah satu santri yang kabur. El menemukan di halte bus yang jaraknya lumayan jauh dari pesantren. Ia mendekat secara perlahan. Lalu duduk di sebelah santri tersebut.
" Mau kemana mas?" Tanya El dengan mengubah suaranya
" Mau jalan-jalan pak. Bosen di pesantren" ucap santri itu
" Owh gitu" El
" Sekarang masnya mau ngapain?" Tanya El
" Nungguin teman Saya pak lagi beli rokok di warung depan itu" ucap santri itu
"Kalau pengasuh pondok pesantren tau masnya bisa kena takziran lho" ucap El
" Ya tau pak makanya saya diem diem keluarnya." Ucap santri itu
" Bagus sip terusin ya" ucap El
" Suaranya kok kayak kenal ya" ucap santri itu lalu menoleh ke arah El
" Bagus ya mau ngapain Hem?" Tanya El lalu memegangi tubuh Santri tersebut.
" Eh gus El hehehe ngapain Gus" basa basi Santri itu
" Sekarang ikut saya kepesantren!" Tegas El
" I-iya Gus" santri itu menundukkan kepalanya.
Skip di pesantren El menyerah Santri tersebut kepada ustadz Abul. Setelah itu ia kembali mencari keberadaan 2 santri tersebut.
1 santri telah ditemukan oleh Al. El bertemu Al di gerbang pondok pesantren.
" Santri itu serahin sama ustadz Abul." El
" Iya bang " Al
" Habis tuh langsung ngambil motor Lo cari lagi" El
" Oke siap" Al
KAMU SEDANG MEMBACA
GUS EL DAN GUS AL
Teen Fictiondikisahkan 2 anak laki laki kembar yang memiliki sifat yang bertolak belakang Publish 21 Oktober 2022
