#Chapter ini berisi POV NAME semua
.
.
.
Hah..
Aku menghela nafas.. Sudah hampir dua munggu Hyungseok tak sadarkan diri.. Seok juga pulang ke rumah ibunya
Haneul terus bersedih karena kehilangan seok yang tiba tiba.. Jay. Dia memindahkan hyungseok ke kamar VVIP
Dan aku...
Sedih juga sih.. Hyungseok tak sadarkan diri, seok pergi dan teman perempuan ku sedih.. Seok sempat menitipkan surat pada haneul untukku
Isinya seperti ini
Maaf kan aku
Bila aku pergi tanpa kabar dan secara tiba tiba.. Aku capek name.. Aku akan pulang dulu ke rumah ibuku.. Jangan beritahu siapa siapa ya
Maaf juga karena meninggalkan Hyungseok bersamamu.. Dan ucapkan terima kasih pada yaejun yang sudah membantuku di rumah sakit
Petshop mu ramai kan.. Bekerja lah sebisa mu.. Jangan paksakan diri.. Nanti kalau sakit siapa yang susah, yaejun juga kan
Sekali lagi maaf dan sampai jumpa
~Seok~
Aku benar benar melakukan apa yang seok ucapkan untuk tidak memberitahu orang orang tentang dia yang pulang ke rumah ibunya
"Name. Ayo pulang bersama. Kita makan di luar" ajak mijin yang menghampiri ku
"Ahh maaf mijin aku sedang ada urusan jadi tidak bisa pulang bersama mu maaf banget dan aku juga sudah makan" jawab ku
Bohong jika aku sudah makan.. Aku belum makan sedari pagi.. Entah kenapa mood ku hari ini sangat buruk bahkan menghilangkan nafsu makan ku
"Kalau begitu aku duluan ya.. Kamu hati hati" titip mijin
Aku mengangguk.. Seseorang mengacak-acak rambutku, aku mendongak menatap zin yang memalingkan wajahnya
"Hati hati" ucapnya pelan dan melenggang pergi
Aku beranjak dan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk hyungseok
"Kenapa dia belum bangun juga.. Apa dia tidak akan mencari kak seok.. Dasar sialan, aku khawatir jujur" name
•••••
Seperti biasa.. Hyungseok belum sadar.. Aku yang sudah menjenguk hyungseok segera pulang.. Di depan rumah ada seseorang tengah bersandar pada dinding rumah dan menghisap sebatang rokok
Aku menghampirinya , dia menoleh dan segera menyembunyikan rokok itu di belakang tubuhnya
"Hai bro.. Baru pulang? " tanyanya
Aku mengernyitkan dahiku, kami bahkan tidak saling kenal.. Kenapa dia menyapaku seperti kita itu teman saja, dasar orang asing aneh
"Siapa ya, Mas? " tanyaku
Dia menatapku terkejut, bibirnya mengkerut menampilkan ekspresi imut,, mungkin dia sedih karena gadis cantik di hadapannya tidak mengenalnya
"Lo nggak inget? Bangke banget sih.. Gue SEAN anjg" ucap sean
Aku membelakan mataku.. Anak sialan yang numpang di tubuhku kini ada di hadapanku.. Ada sedikit rasa senang saat orang yang selalu membantu ku melawan orang jahat kini tengah tersenyum padaku
Aku menghampirinya.. Mengambil rokok dari tangan kanannya lalu membuangnya sembarang
"Benaran nih sean? " dia menangguk sepertinta dia tidak bohong
KAMU SEDANG MEMBACA
LOOKISM X READER
RandomBaca we dulu [ Hiat dulu gess, pusing sama alur ] ⚠⚠⚠⚠ •}𝙱𝚊𝚑𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚊𝚛 •} 𝙷𝚊𝚛𝚎𝚖 (𝚋𝚡𝚐,, 𝚐𝚡𝚐) •} 𝙺𝚎𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊𝚗 •}𝙻𝚘𝚘𝚔𝚒𝚜𝚖 𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔 𝚙𝚝𝚓 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚗𝚓𝚊𝚖 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋�...
