13. Rumah Aman

7.1K 351 22
                                        

Kepulan asap memenuhi ruangan gelap berhiaskan senjata dan foto presiden Argaphana. Ruangan militer khusus dengan meja panjang dimana setiap kursinya diisi para panglima. Argaphana-presiden Negara duduk di kursi tunggal dengan para anggota mengitari dirinya. Mata tajam pria keriput itu semakin membara, tangannya terlipat di dagu. Menatap setiap kertas dan suara yang saling bersahutan. Membawa kabar tenang.

"Lapor, Jagat Dierja berhasil tertangkap" Suara Panglima Warren membuka pembicaraan. Dibaris ketiga, anak buahnya menyerahkan beberapa kertas surat dari ruangan rahasia Jagat Dierja. Diantaranya adalah artikel-artikel yang brlum dikirim dan surat untuk istri dan anaknya. Sedangkan semakin di balik halamannya semakin Argaphana menaikkan sebelah alisnya tak tertarik.

"Hanya ini?" Tanya pria itu. Anak buah Warren mengangguk kemudian dipersilahkan untuk duduk.

"Sepertinya dia sudah mempersiapkan ini" ucap Panglima 2 dihadapan Warren.

"Semua terasa janggal, tidak ada berkas penting di dalamnya. Hanya ada artikel tak berguna dan surat keluarga"

"Tak ada sampel suara yang kerap Jagat Dierja putar diradio bawah tanah. Tak ada juga pilox serta atribut demo. Pria itu bertindak layaknya otak para demonstran penghianat"

Suara panglima dua mendistract perhatian Argaphana. Sebelah sisinya merasa terancam,terutama saat suara radio bawah tanah itu berputar menggaungkan keburukan pemerintahan. Mulai dari kasus korupsi, Ketidaksinambungan Ham juga Hukum Militer mereka yang dianggap gila. Argaphana merasa terganggu dengan para keparat yang bebal. Pria itu benci orang munafik.

Dan Jagat Dierja berani menggerakkan banyak orang untuk krluar dari jalur yang telah Argaphana ciptakan.

"Sepertinya dugaan Panglima Warren sebelumnya, itu benar" Sahut Panglima 4. Warren menoleh dengan wajah serius.

"Jagat Dierja ada hubungannya dengan Oprasi Pro Rakyat. Dia dalangnya"

"Memang. Siapa lagi yang berani menciptakan hukum sesat selain dia Di Kartabhumi?"

"Tapi Panglima, jika ini terbukti benar. Maka harusnya penangkapan Jagat Dierja akan menimbulkan kerusuhan. Namun sepengamatan saya, justru tak ada anggota yang berani keluar"

"Itu karena Sagara sudah membereskannya" suara sang pemberi laporan degan bintang dua. Anggota yang beberapa kali ikut dalam misi Sagara Mahardikara dalam menghadapi keluarga Jagat dierja dan Organisasi Pro Rakyat.

"Dia sudah berhasil menemukan markas baru Organisasi Pro Rakyat. Pasukannya juga menyeret banyak anggota penghianat ke sel tahanan bawah tanah" dia juga kembali menjelaskan sambil membawa notula yang sudah dipersiapkan sebelumnya

"Beberapa anggotanya adalah perempuan. Lalu ada 9 anggota tentara dan kepolisian yang ikut didalamnya" pria itu menyebut perempuan sebagai objek pembalasan dendam. Dimana sda sekitar 5 orang perempuan dengan rentan usia yang berbeda ikut terluka dalam pemyergapan markas malam itu.

"Lalu bagaimana lanjutannya? Apa Sagara sudah menemukan dalang dari kerusuhan Demo Satu bulan lalu?" Tanya Panglima 3. Selaku panglima Angkatan Udara.

"Untuk itu kami belum bisa memastikan Jendral"

"Karena menurut laporan dilapangan. Jagat Dierja memang ikut terlibat sebagai inti komando. Tapi Masih ada 3 pemimpin lain yang sampai saat ini jejaknya belum bisa kami temukan" Ajudan itu kemudian menutup kertas. Organisasi Pro Rakyat kembali menciptakan banyak pertanyaan. Penangkapan Jagat Dierja rupanya sebagai umpan. Organisasi sesat itu pasti akan selalu berpindah-pindah. Kemudian menyebarkan pada dunia betapa gilanya Kartabhumi. Ancaman untuk para Penguasa Negri.

"Kalau begitu lanjutkan investigasi" perintah Panglima Warren.

"Baik Jendral"

"Ada laporan lain-"

BLOOM IN ASHESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang