Soulmate.
Para rakyat Kartabhumi percaya jika Soulmate adalah suatu keajaiban yang turun hanya untuk para pribumi. Perasaan tentang tulang rusuk yang terpisah lama.
Rasa sakit saat satu diantara mereka terluka.
Juga sebuah kesan hangat dan setrum kecil saat mata mereka saling menatap.
Soulmate bukan sekedar cerita dongeng. Semua darah asli Kartabhumi pasti pernah merasakannya. Namun, tak semua bisa menikah dengan soulmate-nya. Tulang rusuk yang ditakdirkan semesta.
Ada yang harus kehilangan karena semesta mengambilnya lebih dulu. Ada pula yang harus menikah dengan orang lain, karena terlambat sadar kala Soulmatenya datang. Inti dari semua itu adalah, jodoh tak pernah tertukar. Dan Kartabhumi diberi suatu keistimewaan dapat merasakan jodoh mereka sendiri.
Soulmate itu ajaib.
Bisa bertemu ditengah jalan yang sepi. Di halaman aksi ataupun ruangan yang kedap suara dan sunyi.
Soulmate pun bisa menghantarkan siapapun dengan status apapun pada derajat tertentu. Seperti orang kaya yang ber-soulmate dengan orang miskin. Pengabdi negri yang ber-soulmate dengan penghianat atau korban yang ber-soulmate dengan penjahatnya sendiri.
Semua sudah ditentukan oleh semesta. Begitu tertata dan indah. Tergantung pada kita. Akan menerimanya atau menolaknya dengan resiko rasa sakit yang mendalam.
Semua orang di Kartabhumi percaya jika menikah dengan Soulmate mereka akan membawa banyak rezeki yang melimpah. Kebahagiaan akan datang tanpa dicari dan rasa cinta juga akan awet hingga akhir hayat.
Sedangkan mereka juga percaya jika menolak Soulmate mereka sendiri akan mendatangkan suatu penyakit. Karma serta kesialan yang tak berujung.
Seperti salah satu pahlawan di tahun Orde lama. Jan Aresh namanya. Pria demokratis yang menolak soulmatenya, yang kala itu merupakan putri dari presiden yang anti kritik. Jan Aresh pergi ke seorang tabib, mencoba melepas benang merah diantara beliau dan Amira, nama gadis cantik yang akhirnya berpulang saat Tabib memberi Jan Aresh sebuah ramuan pemutus jodoh. Satu diantara mereka harus mati mengenaskan.
Amira, yang kala itu harus meregang nyawa karena rasa sakit pada tulang rusuknya yang tak kunjung sembuh. Sedangkan Jan Aresh justru harus meminum obat disetiap malam karena tulangnya ikut rapuh. Seiring berjalannya waktu, Amira menyerah. Jan Aresh menduduki bangku Organisasi Rakyat.
Amira meminta Jan Aresh datang. Untuk menemuinya sebagai Soulmate yang tidak diinginkan. Namun pria keras kepala itu menolak dengan tegas.
"Bahkan jika bumi hancur esok hari. Demi semesta, aku tak akan pernah menerima takdir ini"
"Maka matilah kamu. Seperti ayahmu yang mematikan keadilan negri ini!"
Amira mengehembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan Jan Aresh terbebas dari rasa sakit pada rusuknya yang kini kebal tanpa pasangannya. Namun sebagai ganti, Pria itu diburu karena ideologinya yang jauh dari Kartabhumi. Beliau menjadi seorang buronan negara. Diasingkan karena terlalu komunis. Hingga akhirnya tertangkap oleh para elit Kartabhumi. Dan berpulang setelah menerima 5 tembakan di dada kiri.
Sejarah kelam dua insan dimasa lalu itu. Terus menghantui para pribumi. Hingga ke generasi, generasi berikutnya.
Tabib. Rasa sakit di rusuk yang tak pulih dan juga titik nyeri yang tak tau asal-usulnya menjadi pertanda soulmate mereka terluka.
Seperti yang Sagara Mahardikara rasakan kala kedua tangannya memegang senapan untuk membidik masa dibawah sana. Demo pemakzulan presiden dan parlemen sedang terjadi. Ada ribuan aksi yang turun mericuh dibawah kaki gedung tinggi milik Parlemen Negri. Beberapa dari mereka ber-orasi namun sebagian lagi mulai anarkis. Merusak gerbang istana dan memukul aparat yang tengah menjaga dengan kayu panjang yang mereka bawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLOOM IN ASHES
Roman d'amourRomance politic. Setelah terlibat aksi pemberontakan. Hanaya Asmaranala resmi dikurung di sel isolasi. Namanya sebagai putri aktivis kontroversial membuat gadis itu terpaksa tunduk dibawah kekuasaan Kapten Sagara Mahardikara. Putra bungsu presiden...
