Satu malam sebelumnya.
Di Negara yang penuh intrik. Kartabhumi adalah gambaran neraka tanpa akhir. Jagat Dierja terlahir sebagai keturunan miskin. Tapi ia punya mimpi menjadi seorang jurnalis. Tulisannya yang kontroversial tentang Negara yang iimpikan ayahnya. Dimana kemiskinan terhapuskan, ia bisa makan tanpa memikirkan pajak. Hingga hidup lebih lama tanpa Euthanasia.
Jagat Dierja bersekolah Di Universitas Kartabhumi dengan usahanya sendiri. Lulus dan kemudian menjadi kepala Keluarga yang sejati. Menjadi jurnalis di salah satu perusahaan majalah umum. Jagat kira, hidupnya telah sempurna.
Rumah sederhana.
Istri yang cantik
Dan anak yang pintar.
Namun rupanya, semua kian rumit saat putrinya didiagnosis Kanker Paru-paru. Sebagian karena keturunan dan sebagian lain karena asap rokok yang selalu Jagat hisap setiap harinya. Rasa bersalah, marah dan benci mulai memutar pada otak Jagat. Ketakutannya selama ini terjadi. Putri satu-satunya. Permatanya.
Harus menanggung sakit yang sama. Hingga suara siaran radio malam menggema. Namanya digaungkan bersama putrinya yang masuk daftar Euthanasia dua bulan lagi.
Jagat Dierja merasa gagal. Tulisannya gagal membuat pikiran pemerintah terbuka. Putrinya tetap menjadi tawanan mereka. Hak hidup Hanaya dicabut tanpa kata. Hingga genggamannya pada mesin ketik berhenti. Tubuhnya bergetar mengingat semua memori tentang Hanaya yang ceria.
"Pa, Gapapa kalau Hanaya gak bisa hidup lebih lama"
"Yang terpenting adalah. Hanaya sudah bersuara untuk hak hidup mereka"
"Gapapa kalau Hanaya harus mati ditangan yang berkuasa"
"Biarlah Hanaya jadi yang terakhir. Jangan ada lagi orang lain"
Guratan kata diatas kertas putrinya yabg baru saja sampai membuat Jagat berlinang air mata. Diruangan bawah tanah ini ia tak bisa pergi. Menjadi buruan karena terlalu kontra membuat Jagat harus tetap bersembunyi agar ia tidak mati. Tapi sisisi lain, dunia luar. Terutama putrunya sedang berjuang melewati hari demi hari.
"Bapak bajingan pengecut ya Nay?" Gumamnya seolah Hanaya ada diaini. Sambil menatap foto keluarga kecil mereka. Jagat Dierja mulai merangkai kata di sisa kertas kosong.
"Untuk Hanaya....."
Jagat terus menulis seperti nama tengahnya. Malam ini, di kesunyian ia mengukir banyak suara lewat kata. Menyampaikan banyak persoalan, baik tentang hidupnya, rahasia yang tertunda hingga kasih sayang tanpa batas pada Hanaya. Semua Jagat torehkan pada kertas usang yang harus ia kirim sebelum fajar.
Fokus pada tujuan. Hingga suara ketukan menggema. Pria itu menoleh dan dengan cepat menyembunyikan suratnya pada Nakas saat pintunya didobrak paksa.
Terlihat, Johan. Penjaga perpustakaan diatas bangunan tempatnya tertidur. Pria itu masuk dengan dua orang berseragam yang tengah mengarahka senjatanya. Johan disandra sambil mengangkat kedua tangan, menatap penuh sesal pada Jagat karena tidak bisa menjaga rahasia.
"Jagat Dierja ditemukan"
Pria 40 tahun itu lantas hendak mengeluarkan senjata rahasia dibalik nakasnya. Namun naas, perlawanannya dibalas tembakan pada tangannya yang terbuka. Pria itu menggeram. Lututnya jatuh bersamaan dengan para aparat Negara yang dikirim Argaphana. Tubuh Jagat Dierja dibawa sedangkan Johan, sang pemilik perpustakaan mendapat satu tembakan di dada kiri. Karena dianggap telah menyembunyikan penghianat Kartabhumi.
_____
Nit
Nit
KAMU SEDANG MEMBACA
BLOOM IN ASHES
عاطفيةRomance politic. Setelah terlibat aksi pemberontakan. Hanaya Asmaranala resmi dikurung di sel isolasi. Namanya sebagai putri aktivis kontroversial membuat gadis itu terpaksa tunduk dibawah kekuasaan Kapten Sagara Mahardikara. Putra bungsu presiden...
