Angel yang tidak percaya segera mempercepat jalannya hingga sampai ke ujung gang dan melihat ternyata minimarket sudah tutup.
"Kok tutup? Cepat amat." Monolog Angel tidak terima.
Ia mengerutu kesal dan memutar arah pulang. Timbul rasa emosi di hati lantaran ia sudah capek-capek jalan tetapi minimarket langganannya sudah tutup lebih awal.
"Masuk." Perintah Justin.
Angel menghela nafas panjang dan membuka pintu mobil lalu masuk kedalam, ia memalingkan wajah keluar mobil lantaran mereka masih berada di fase perang dingin.
"Aku ajak Justin jajan ke tempat lain gimana ya? Tapi kan kami masih perang dingin." Gumam Angel di dalam hati.
Tanpa sadar Angel menghentakkan kaki kesal membuat Justin meliriknya sekilas.
"Gue udah bilang jangan keluar rumah, tapi Lo masih nekat keluar rumah." Nada suara Justin terdengar sinis.
Angel tidak menjawab sebab ia juga malas menjawab.
"Lo dengar gue gak?"
"Iya." Balas Angel sedikit ngegas bersamaan mobil mereka akhirnya sampai di depan rumah.
Angel turun dari mobil dan menutup pintu dengan sedikit kasar lantaran masih mengharapkan bisa jajan dan memakan cemilan. Ia melirik sekilas ke arah tetangga alias buk Kinan yang baru keluar dari rumah tetangga sebelah, sepertinya mereka baru saja bergosip.