10. threat of danger

1.6K 67 12
                                    

FIND US IN KARYAKARSA

FIND US IN KARYAKARSA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Warning:Bab pada karyakarsa berisi adegan-adegan seru seperti awal mula pertemuan kedua tokoh dan tragedi hingga kedua tokoh terpaksa menikah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Warning:
Bab pada karyakarsa berisi adegan-adegan seru seperti awal mula pertemuan kedua tokoh dan tragedi hingga kedua tokoh terpaksa menikah.

📸

tok tok tok

Suara ketukan pintu membangunkan wanita yang sedang tertidur itu. Angel menguap seraya membuka mata dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah tiga siang. Ia menggerutu seraya turun dari kasur dan langsung membuka kan pintu tanpa terlebih dahulu mengintip dari jendela.

"Apa?" Tanyanya masih setengah sadar.

"Angel."

"Buset." Seketika kesadaran Angel terkumpul saat melihat dua orang di depannya.

"Mamah, om Manuel?" Angel melongo akan hal itu.

"Angel, bisa kita bicara di dalam nak?" Tanya Manuel dan diangguki Angel dengan wajah sedikit malas.

Mereka bertiga masuk kedalam rumah dan duduk di sofa. Angel tersenyum canggung dan merasa sedikit khawatir karena kehadiran dua manusia itu, apalagi Tiara dan Manuel saling melirik penuh arti.

Tiara berdehem sejenak seraya menyentuh telapak tangan putrinya. "Kita berdua udah mutusin yang terbaik buat kamu."

"Mutusin apa?" Tanya Angel bingung.

"Sayang, mamah sama om Manuel udah pikir matang-matang buat bawa kamu jauh dari Justin."

Angel berdecak sambil menepis tangan Tiara, tatapannya berubah menjadi tidak suka.

"Hidup bersama Justin adalah musibah untuk mu, Angel." Kini terdengar suara Manuel.

"Dia adalah anak tempramental yang bisa membunuh mu perlahan. Bahkan sepertinya dirimu sudah tau mengapa Justin melakukan semua ini, yang pasti jawabannya adalah untuk menghancurkan mu dan masa depan mu." Ujar Manuel.

Angel mengalihkan pandangan ke arah lain dengan hati yang berusaha menampik hal itu meskipun sangat sulit sebab ucapan barusan adalah kenyataan.

"Tapi dengan begitu bodoh, kau malah menganggap semua ini adalah anugerah." Ucapan Manuel cukup menusuk.

Trapped Men Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang