Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning: Bab pada karyakarsa berisi adegan-adegan seru seperti awal mula pertemuan kedua tokoh dan tragedi hingga kedua tokoh terpaksa menikah.
📸
Seorang perempuan remaja terisak seraya menyembunyikan wajah pada kedua tangannya membuat sosok laki-laki yang tidur di sampingnya terusik.
Wanita itu bermimpi cukup seram, ibunya meninggal akibat bunuh diri tepat di depan matanya. Meskipun itu semua cuman mimpi tetapi tetap saja membuatnya ketakutan sebab mimpi itu terasa nyata.
Justin mengerang seraya membuka mata, lelaki bertelanjang dada itu menaikkan setengah badannya dengan bertumpu pada kedua sikunya. Ia menatap jengah ke arah istrinya yang kembali menangis secara tiba-tiba.
"Angel..." Panggil Justin dengan nada serak.
Perempuan yang dipanggil Angel itu membuka matanya yang sembab lalu menatap suaminya.
"Kenapa lagi sih? HAH?" Justin bertanya seraya menaikkan nada suaranya.
Kini Angel menundukkan kepala tetapi ditemani sesenggukan.
"KENAPA?" Bentak Justin semakin emosi, apalagi jam masih menunjukkan pukul setengah satu dini hari.
"Aku lagi hamil, gak boleh dibentak." Ujar Angel dengan lirih nyaris tak terdengar.
"Makanya jangan buat gue emosi, nangis mulu tanpa alasan." Balas Justin masih dengan emosi.
Emosi Justin menular pada Angel membuat wanita hamil itu melemparkan bantal ke arah sang suami meskipun dengan mudah ditangkis.
Kemudian Angel menatap Justin selama lima belas detik lalu tiba-tiba mendekat dan masuk kedalam pelukan hangat lelaki tersebut. Ia rasa dengan memeluk suaminya, mimpi seram barusan tidak berani lagi datang mengganggu.
Justin berdecak seraya memutar bola mata jengkel. Mood wanita hamil ternyata gampang berubah-ubah. Justin kembali membaringkan tubuh dengan satu tangan yang mengelus rambut sang istri dan tangan satu lagi menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka sebatas pinggang.