Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning: Bab pada karyakarsa berisi adegan-adegan seru seperti awal mula pertemuan kedua tokoh dan tragedi hingga kedua tokoh terpaksa menikah.
📸
"tin, cuman luka itu doang?"
"Iya." Jawab Justin ketika luka sabetan di lengannya selesai dijahit oleh dokter.
Sementara Lucas kakaknya mendapatkan luka bogeman di pipi kiri dan sudut bibir yang terluka. Pertaruhan barusan lebih banyak diambil alih oleh Justin ketika melawan sang ayah ditambah beberapa bodyguard.
Mereka memang tidak melawan semuanya sebab tau pasti akan kalah. Setelah Justin berhasil membawa Angel keluar dari rumah Imanuel, mereka segera mundur dari sana. Bahkan luka sabetan yang diterima Justin berasal dari ayahnya sendiri yang berusaha mencegah kepergian mereka.
"Angel belum siuman?" Tanya Justin.
"Belum, kata dokter efek obat biusnya belum habis." Jawab Mariska yang berusaha memakaikan baju Lucas.
"Sekarang ngerti kan kenapa gue belum bisa lepasin cewek itu?" Justin menghela nafas berat.
Lucas dan Mariska mengangguk paham.
"Kalo gue lepasin dia, ayah sama pelakor itu bakalan maksa Angel aborsi supaya pernikahan mereka bisa terlaksana." Ujar Justin.
Mariska mengambil duduk di sofa depan Justin lalu menyipitkan mata. "Dan bahaya itu bakalan terjadi karna Lo bentar lagi KKN. Angel bakalan makin mudah diincar sama mereka."
Justin menarik sudut bibir dan matanya menjelajahi ruangan atau lebih tepatnya apartemen Mariska. "Angel bakalan tinggal disini selama gue KKN."
"GILA LO." Bentak Mariska tidak terima, ia sangat membenci wanita itu dan mana mungkin ia sudi menampungnya.
"Gimana menurut Lo bang?" Tanya Justin kepada Lucas.
Lucas terlihat mengangguk singkat dan ikutan duduk di samping Mariska. "Ide bagus."