Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning: Bab pada karyakarsa berisi adegan-adegan seru seperti awal mula pertemuan kedua tokoh dan tragedi hingga kedua tokoh terpaksa menikah.
📸
"mata aku perih, kemasukan pasir gak?" Tanya Angel seraya melebarkan sedikit matanya.
Justin yang sedang repot memasak melihat sekilas, "gak."
"Tiupin." Pinta Angel membuat Justin berdecak lalu meniup dua kali.
Lalu setelah itu, Justin kembali asik dengan aktivitasnya membuat Angel kesal sebab ia sedang mencari perhatian Justin.
"Perut aku kram lagi."
"Makanya duduk gak usah sok repot."
Lah? Niat hati mau di perhatikan malah dibentak. Padahal Angel berharap Justin seketika panik dan menggendongnya ke kamar.
Wanita hamil itu memukul lengan Justin dan berjalan dengan muka bete ke meja makan, ia duduk di sana sambil memperhatikan Justin yang mahir mengelola bahan makanan mentah.
Merasa bosan, Angel kini memainkan handphone milik Justin yang sudah ia ketahui pin nya. Ia membuka wa dan melihat ada lima belas kontak yang tersimpan di sana ditambah dua nomor wa yang tidak disimpan. Lantas ia pun tersenyum jahil dan men-chat semuanya dengan kata 'p'.
Wanita tersebut tertawa kecil ketika ada beberapa yang membalas bahkan men-spam balik seperti 'ya? Kenapa woi? P, balas lah.'
Angel tidak membalas, ia kini beralih membuka tik-tok dan tenggelam dalam fyp.
Hingga akhirnya, Justin datang meletakkan sup panas di atas meja dan meletakkan beberapa peralatan makan membuat perhatian Angel teralihkan.
"Wahhhh, suami aku ternyata pinter masak." Puji Angel berharap Justin tersipu tapi tidak sama sekali.
Justin juga dengan sabar menuangkan nasi dan lauk ke atas piring istrinya membuat Angel semakin tersenyum manis.
"Makasih Justin, gak sekalian suapin aku?" Tanya Angel dibalas Justin dengan cubitan di pipinya.