7

352 18 12
                                    

Hari ini ayah Ihsan pulang dari Amerika. Katanya dia mau ngenalin seseorang yang spesial ke gue, Afel dan Erga. Gue gak bisa tebak siapa. Rencananya kita mau makan malem di Restaurant mewah. Jam 7. Btw, ayah udah gak marah lagi waktu itu setelah dijelasin sama gue, dibantu oleh Erga dan Afel. Ayah belom pernah ketemu Imam. Rencananya, gue, Erga dan Afel mau kenalin pacar kita masing-masing ke Ayah. Malam ini. Saat dinner. Jadi, gue akan ngajak Imam.

Karina : PING!!!
Imam : Apaa?
Karina : Besok ayah pulang dari amrik, kita mau dinner bareng. Rencananya, aku , Erga , dan afel. Mau ngenalin pacar kita masing-masing. Jadi, nanti kamu ikut ya? Kerumah ku aja. Jam 7 kurang. Ntar kita berangkat bareng-bareng.
Imam : Wah... mau diketemuin sama calon mertua nih :D
Karina : Wkwkwk. Tapi kamu ikut kan?
Imam : Pasti dong.. tunggu prince mu ini datang wahai princess ku.
Karina : wkwk. Aku menunggu mu wahai prince ku.

Saat gue lagi asik-asik chating-an sama Imam, tiba-tiba Afel masuk ke kamar gue.

"Kar, bantu gue cari baju yang cocok dong. Gue bingung nih buat nanti malem." Katanya gusar. Gue gapernah liat dia segusar ini. Biasanya dia itu ratu dandan. Gak dandan juga udah cantik.

"Kenapa emang? Lu kan ratu dandan fel. Jangan tanya gue." , jawab gue males-malesan.

"Aduhh kar... tapi gue bingung. Gue mau tampil cantik hari ini. Kan gue mau bawa Andri nemuin ayah. Lo kan tau sendiri ayah itu gimana. Galak banget. Ayolah bantuin gueeee" , rengek Afel sambil tarik-tarik tangan gue.

"Ok ok." , keputusan gue, gue akan bantu dia siap-siap. Sekalian gue juga siap-siap. Secantik mungkin.

--------------------------

"Udah ayo turun! Yang lain udah pada nungu dibawah." , kata gue gak sabar.

"Sabar dong Kar.. ini gue lagi lentikin bulu mata." , kata Afel yang lagi sibuk di depan cermin.

"Sabaaarr huaaa. Bedak gue kurang rata." , itu Rifda. Ternyata, tadi afel juga manggil rifda untuk siap-siap bareng.

"Gue udah cantik belom?" , tanya Rifda yang sekarang berdiri tepat di depan gue.

"Cantik banget! Lo itu cantik banget Rifda!", kata gue memuji dengan nada yang sangat meyakinkan.

Karena emang gitu kenyataannya. Malam ini, Rifda cantik banget. Dia make gaun yang panjangnya diatas lutut. Tanpa lengan. Yang dia padukan dengan cardigan mewah yang bener-bener cocok dengan gaun Pink nya. Dia pake sepatu high heels 7cm. Warna soft pink sepatunya sangat cocok dengan gaunnya. Rambut nya yang pendek, dia kepang sebelah. Membuat dia lebih keliatan manis. Ditambah make up tipis nya. Apalagi warna eye shadow nya yang serasi dengan warna gaunnya. Rifda bener-bener cantik dan manis dengan serba pink nya.

Sedangkan Afel, dia menggunakan gaun hitam ketat dengan panjang selutut. High-heels 10 cm nya menghiasi kaki jenjang nya. Rambut nya dia gerai dengan sangat cantik. Dia buat rambut nya menjadi keriting gantung, dengan hiasan rambut warna senada yang menghiasi rambutnya. Kalung perak yang 'nge pas' di leher nya yang jenjang. Sangat membuat dia malam ini menjadi seperti Ratu. Afel lebih berkesan cantik dan seksi.

Sedangkan gue, menggunakan gaun merah maroon selutut. Rambut gue yang pendek, gue jepit dengan jepitan dengan warna senada. Gue menggunakan kalung kupu-kupu emas di leher. Tas mewah pemberian ayah dari swiss bulan lalu. Dan sepatu high-heels 5 cm dengan warna yang senada. Muka gue hanya gue kasih make up natural. Gue cukup percaya diri untuk malam ini.

"Ok! Udah siap. Ayo kita turun" , kata Afel yang langsung keluar dari kamar. Gue melihat Rifda yang tarik nafas dan kelihatan gugup. Gue menghampiri dia, dan bilang.

"Lo cantik banget malam ini. Gue yakin Erga akan terpana." , dengan senyum menggoda, gue menyusul Afel ke ruang keluarga. Tempat para cowo sudah menunggu.

SCAF (story) : KARMAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang