Beomgyu menegang, memperhatikan bagaimana Jungkook menghantam semua orang yang menyerang kearah mereka dengan mudahnya, Beomgyu tahu kekuatan Jungkook memang luar biasa.
Andai saja saat itu Jungkook sedikit serius, mungkin dirinya dan Yeonjun bukanlah apa-apa.
Bugh
Jungkook kembali melempar lawannya sendiri keras, menendang dan menginjak. Seolah tersadar Jungkook melirik kearah Beomgyu kesal.
"Lo kalo cuman mau diem aja mampus aja sana," kesalnya.
Beomgyu tersadar, sebisa mungkin ikut melawan orang-orang yang menyerang sepenuh tenaga, meskipun beberapa kali terpukul Beomgyu tidak mundur sama sekali.
Beomgyu merasa aman karena Jungkook berkali-kali menghadang serangan berbahaya namun Beomgyu juga tidak ingin menjadi beban karena terlalu banyak diam.
Terus memukul dan menghantam lawan dengan serangan acak-acakan tanpa sadar Beomgyu sudah terlalu jauh dari jangkauan Jungkook, semakin jauh dan semakin ketengah.
Jungkook menoleh, membolakan kedua bola matanya saat melihat Beomgyu akan dipukul mengunakan tongkat baseball dari arah belakang.
"Bodoh, awas!" geramnya tertahan oleh beberapa serangan lawan, ingin sekali menolong, mengingat Jimin yang begitu peduli terhadap anak itu, namun pergerakannya terkunci.
Lawan yang Jungkook hadapi terlalu banyak dan seolah memblokir dia dan lainnya untuk bersama.
Brugh, "ahh!" Beomgyu terjatuh, memegangi belakang kepalanya yang terasa kebas, telinganya berdengung tak jelas, penglihatannya berputar semakin tidak jelas, namun Beomgyu masih bisa merasakan orang yang memukulnya tadi kembali mengayunkan tongkat itu kearahnya.
Beomgyu memejamkan matanya, sungguh sial terjebak ditengah pertarungan dan terdorong semakin dalam, pedahal sebelumnya Taehyun sudah memperingati agar tidak terlalu jauh.
Sudah hampir satu menit Beomgyu terdiam namun tidak merasakan apa-apa, saat membuka kedua matanya kembali hal yang pertama kali dia lihat adalah punggung seseorang.
Perawakannya seperti ia kenal, Jimin? tidak! jelas-jelas Jimin berada beberapa meter darinya, sedang bertarung melawan Yuta.
"Cepetan bangun, gue bantu Lo ke belakang," ucap orang itu, menolehkan sedikit wajahnya kearah Beomgyu, Yoongi.
Dengan cekatan Beomgyu berdiri, menurut, ingin pergi ke belakang namun matanya malah melihat siluit Taehyung yang akan tertusuk pisau.
"BANG TAEHYUNG, AWAS!" teriaknya refleks berlari kearah Taehyung, tidak menyadari pergerakan lengannya sendiri yang begitu cekatan menangkis serangan lawan.
Trang, Beomgyu terengah setelah berhasil menendang orang yang akan menusuk Taehyung sampai terjatuh, Taehyung yang menyadari itu menatap orang yang hampir menusuknya murka.
"Beomgyu, Lo ngapain ada disini?" Taehyung terus memukuli orang yang hampir menusuknya itu penuh dendam. "Cepetan minggir!"
"I-ya." Beomgyu tidak mengerti, namun disela-sela kepalanya yang berdengung, dia seolah-olah dapat mengenal serangan lawan, dia juga begitu piawai menangkis serangan, melawan bahkan menahan lawan.
Awalnya Jimin pun khawatir, namun saat melihat pergerakan Beomgyu pemuda itu pun tersenyum tipis.
***
Kemenangan tentu saja dimenangkan oleh anak-anak Dionysius, entah apa yang terjadi kini Beomgyu tengah duduk dengan Shina yang mengobatinya sembari berjongkok tepat dihadapan pemuda penuh lembam itu.
Tak jauh dari mereka berdua ada Jungkook dan Daisy, dan keempat teman Beomgyu yang saling mengobati satu sama lain, semuanya terlihat alami dan tanpa canggung berbeda sekali dengan Beomgyu dan Shina, tak sengaja bersitatap saja mereka segera membuang muka dengan telinga yang memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGERS
Short StoryKematian solois terkenal sekaligus sahabat terakhirnya yang masih hidup semasa SMA, membuat Beomgyu merasa janggal dengan kematian sahabatnya satu persatu. Dia bunuh diri, sama seperti ke 3 sahabatnya yang lain, dan untuk sahabatnya kali ini ia semp...
