"Beomgyu, Lo lagi liat apa?" tanya Taehyun melihat sahabatnya itu terdiam sedari tadi, pedahal makanan Meraka sudah hampir habis, Beomgyu masih utuh.
Dari sekian banyak hal di sekolah, Kantin tetap menjadi yang terfavorit para siswa/i, selain karena banyak makanan enak, Belif high school juga menyediakan makanan siang gratis untuk para muridnya, tentu saja dengan varian makanan sehat yang berbeda setiap harinya.
Sebagian yang tidak ingin makanan dari sekolah bisa membeli menu yang diinginkan secara personal, tidak wajib memakan makanan dari sekolah, hanya disediakan bagi orang-orang yang ingin makanan sehat atau hanya sekedar sedang berhemat, seperti Choi Yeonjun hehe.
Yeonjun, Soobin dan Kai mengikuti arah pandang Beomgyu.
"Ah, anak-anak Dionysius, ya." Gumam Yeonjun menopang dagunya, sudah tidak heran melihat kakak kelas yang rata-rata masuk Dionysus gang bertingkah semena-mena.
"Ngga separah Jackson, sih. Tapi liat respon orang-orang rasanya menyedihkan,"timpal Kai, sibuk memakan makanannya sendiri.
Disekolah mereka, anak-anak yang tidak memiliki kelompok teman akan menjadi bahan bully-an, dan sedikit sulit berbaur dengan orang lain makanya itu siswa/i kutu buku, atau penyendiri lebih suka mengasingkan diri ditempat yang jarang sekali dikunjungi siswa/i.
Dan untuk siswa-siswi yang memiliki koneksi pertemanan, punya kelompok sendiri tidak terlalu peduli dengan orang lain yang bukan dari kelompok mereka, lebih tepatnya 'pura-pura tidak lihat demi keamanan bersama.' atau, 'tidak usah ikut campur jika tidak ingin terlibat.'
Mereka semua menutup mata dan telinga, menjadikan siswa/i tak beruntung sebagai tontonan gratis yang sudah tidak asing untuk dilihat.
"Emangnya Lo berani nolong?" Sindir Taehyun membuat Kai mengatupkan kedua bibirnya, diam-diam mengumpat saat sahabatnya terlalu blak-blakan.
Soobin tertawa renyah, sangat terhibur dengan expresi kedua sahabatnya terhibur, kemudian beralih menatap Beomgyu, menipiskan bibirnya sembari berujar.
"Gue tau Lo mau nolong, Gyu, Kita juga. Tapi sebaiknya kita berlima ngga berurusan dulu sama anak-anak Dionysus terlebih kita baru aja berurusan sama Jackson." Soobin tidak berani melihat kearah siswa yang sedang diganggu itu, dipukul, disiram kuah mie, sampai didorong-dorong hingga terjatuh, meringkuk dan menangis, Soobin tidak suka, pemuda itu hanya menatap separuh makanannya yang sudah hampir habis, tersenyum miris.
Berbeda dengan siswa/i lain, bahkan beberapa dari mereka ada yang mengacungkan ponselnya, merekam semua kejadian itu sembari tertawa mengejek.
Beomgyu tersadar, mengalihkan pandangannya kearah makanannya yang baru ia sentuh beberapa suap, seketika nafsu makannya hilang, ia hampir melupakan fakta sekolahnya yang satu ini, mungkin karena dihari pertama Beomgyu kembali merasakan sekolah pemuda itu hanya tertidur didalam kelas, kini ia mengingat hampir seluruh kekejaman di sekolahnya.
Sekolah yang orang lain idam-idamkan ini sangat sialan bagi orang-orang yang sudah mengetahui faktanya.
Sekolah dengan nurani rendah dimana rasa peduli antar muridnya tidak ada sama sekali, guru-guru yang malah menutupi kejadian mengunakan uang, selama ada uang semuanya akan baik-baik saja.
Beomgyu menggenggam garfunya erat, sekolah macam apa yang ia masuki ini?
***
Setelah jam pelajaran terakhirnya selesai, sembari menunggu keempat sahabatnya bermain basket, Beomgyu duduk di kursi taman sekolah yang letaknya tidak terlalu jauh dari lapangan basket, bahkan dari tempatnya Beomgyu masih bisa melihat Soobin dan Taehyun yang berkali-kali menoleh memastikan Beomgyu tetap ditempatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGERS
Historia CortaKematian solois terkenal sekaligus sahabat terakhirnya yang masih hidup semasa SMA, membuat Beomgyu merasa janggal dengan kematian sahabatnya satu persatu. Dia bunuh diri, sama seperti ke 3 sahabatnya yang lain, dan untuk sahabatnya kali ini ia semp...
