Setelah membuka gerbang yang begitu tertutup, Beomgyu menggaruk tengkuknya, memandangi bangunan rumah minimalis dua lantai dihadapannya bingung, halaman rumahnya kosong bahkan saat membuka pintu hal yang pertama kali dia lihat adalah ruangan kosong.
Untuk bangunan rumah terlihat masih kokoh dan baru dibangun, namun untuk kondisi rumah.... seperti rumah kosong yang sudah tidak ditinggali beberapa tahun saja.
"B-bang-- ini kita mau ngapain?" tanya Beomgyu ragu, tidak mungkin kan Jimin akan menjebaknya lalu memukuli dia seperti Jackson memukulinya dulu?
Lagian dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan Park Jimin, mungkin hanya terlibat beberapa perseteruan dengan anak buahnya, terlebih Jackson.
Jimin tidak mungkin ada di pihak Jackson kan?
Melihat Beomgyu masih berdiri kaku didepan pintu, Jimin masuk terlebih dahulu diikuti Jungkook dan Yoongi, sedangkan Taehyung merangkul bahu Beomgyu akrab, "kenapa?"
Taehyung menatap gerak-gerik Beomgyu dari ujung matanya, "Lo ragu sama Jimin?"
"Ha, ngga kok mana mungkin!" Beomgyu gelagapan, kenapa bisa pas banget?
Taehyung terkekeh, mengajak Beomgyu masuk lebih dalam. Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya Beomgyu bisa melihat ada beberapa orang yang sedang bersantai, bahkan semakin dalam orang itu semakin banyak.
"Ini markas Dionysius," ucap Taehyung seolah mengerti dengan apa yang Beomgyu pikirkan.
"M-markas Dionysius?" Emangnya Beomgyu boleh ya?
"Iya, karena Lo adek Jimin, mulai sekarang Lo boleh ikut main disini juga," kata Taehyung santai, membimbing Beomgyu kearah tangga kemudian mengajak Beomgyu naik.
Diam-diam Beomgyu berdecak kagum, ternyata rumah ini tidak terlihat sederhana seperti yang dia kira.
Jika dari depan hanya terlihat rumah minimalis kecil berlantai dua, jika mengelilinginya maka akan sadar jika rumah ini begitu besar dan memanjang, dan masih terhubung dengan rumah minimalis lainnya yang berada disebelah kanan dan kiri rumah itu sendiri.
Pantas sekali Beomgyu merasa aneh, jika dilihat dari rumah lainnya, jarak antara tiga rumah yang berjejer ini sangat jauh dengan rumah lainnya.
Ternyata markas Dionysius seunik ini? orang yang berkontribusi didalam geng ini pasti bukan orang biasa yang bermain-main dijalanan, hanya bermain di jalanan dan membuat keonaran.
Sepertinya Dionysus lebih jauh dari itu.
"Hei, lama banget," decak Jimin sudah merebahkan tubuhnya diatas sofa, jangan lupakan mulutnya yang sudah penuh dengan makanan.
"Pelan dikit, makanan dari mulut Lo muncrat-muncrat nih," kesal Hoseok, Inti Dionysius lainnya yang sedang duduk dibawah sofa tempat Jimin berbaring.
"Oh, dia orang yang Lo ceritain?" tanya Hoseok setelah menyadari kehadiran Beomgyu.
"Hmm." Jimin mengangguk tanpa berniat memperkenalkan Beomgyu masa sekali, Beomgyu tersenyum canggung.
"Dia Beomgyu, temen baru kita." Taehyung menepuk-nepuk bahu Beomgyu.
"Hoo, ok. Gue Jung Hoseok," ujar Hoseok penuh semangat, mengajak Beomgyu duduk.
Selama berada di markas Dionysius Hoseok banyak sekali cerita dengannya, dibandingkan dengan Taehyung, Yoongi dan Jungkook. Hoseok lebih banyak berbicara dengannya bahkan dengan suka rela mengajak Beomgyu berkeliling.
Jika kalian tanya dimana Jimin? jawabannya pemuda itu langsung tertidur setelah sampai di markas, kata Hoseok sih mungkin Jimin kelelahan.
Dari cerita Hoseok, Beomgyu simpulkan jika Jimin bukan hanya seorang ketua gengster, tidak seremeh itu, Jimin lebih dari itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGERS
Short StoryKematian solois terkenal sekaligus sahabat terakhirnya yang masih hidup semasa SMA, membuat Beomgyu merasa janggal dengan kematian sahabatnya satu persatu. Dia bunuh diri, sama seperti ke 3 sahabatnya yang lain, dan untuk sahabatnya kali ini ia semp...
