Teman Saling Cemburu

6.3K 433 61
                                    

Karna banyak yg komen seru (2 orang) , author yang budiman ini upload satu lagi sebelum sibuk dg kehidupan yang fana ini ya guys

Jangan lupa vote dan komennya biar akooh semangat nulisnya

Happy reading.........

Senyuman tipis Paul muncul ketika menemukan teman dekatnya yang duduk seorang diri di ruang make up.

Ruangan besar itu tidak hanya diisi oleh seorang gadis yang berstatus teman dekat Paul saja, tetapi juga ada beberapa crew dan manajer gadis itu. Namun Nabila yang merupakan teman dekat Paul itu memilih menyendiri di kursi teritorialnya alih-alih mengobrol.

Keberadaan nasi kotak di meja menunjukkan jika gadis itu sedang makan, akan tetapi mulut mungilnya tidak sama sekali bergerak dan fokusnya hanya tertuju pada benda pipih di tangannya. Nabila bahkan tidak menyadari keberadaan Paul yang sudah berdiri di belakangnya.

Ikut penasaran dengan apa yang dilihat oleh Nabila, Paul ikut mengintip layar handphone gadis itu. Tidak bisa dikatakan mengintip sebenarnya, posisi Paul yang berada di belakang Nabila membuatnya dapat dengan mudah melihatnya.

Hembusan nafas kasar Paul keluarkan begitu mengetahui apa yang sejak tadi menjadi fokus Nabila. Pria itu memilih duduk di kursi yang memang berada di samping Nabila.

Bahkan suara decitan kursi pun tidak mengalihkan pandangan gadis itu pada handphone miliknya.

Paul menggeser nasi kotak yang tinggal setengah itu mendekat kepadanya, menyendok isinya lalu mendekatkannya pada mulut Nabila.

"Aaa" titah Paul yang ajaibnya langsung disambut Nabila dengan membuka mulutnya.

Nabila belum juga menyadari situasi yang terjadi hingga pada kunyahan ketiga tubuh gadis itu tersentak merasakan sesuatu di mulutnya.

"Paul" ucap Nabila yang terkejut dengan keberadaan Paul di sampingnya.

Paul hanya diam dan kembali menyuapi Nabila dengan sesendok nasi berikutnya.

"Makan jangan sambil main HP, mana bisa jadi daging" omel pria itu dengan suara lembutnya.

"Bisa, buktinya BB ku naik" jawab Nabila.

Paul kembali terdiam, mana bisa pria itu membantah ucapan gadis asal Aceh itu. Matanya kembali tertuju pada layar handphone Nabila yang masih memutar video yang sama dengan yang ia lihat tadi.

"Itu jangan diliatin terus, seneng banget nyari bahan overthinking" ucap pria itu lagi menunjuk handphone Nabila dengan dagunya.

Nabila mengikuti pandangan Paul dan segera mematikan layar ponselnya.

"Siapa yang overthinking, orang lucu kok videonya" bantah gadis itu. Tangan mungilnya terulur untuk mengambil kotak nasi yang berada di tangan Paul lalu melanjutkan makannya sendiri.

Paul yang gemas dengan jawaban Nabila pun mengangkat tangannya yang kemudian mendarat dipuncak kepala gadis dengan gengsi tinggi itu.

"Liat video lucu itu ketawa bukannya diem sambil ngerutin jidat" ucap pria itu dengan menggoyangkan kepala Nabila saking gemasnya.

Nabila yang merasa kegiatan makannya terganggu segera menyingkirkan tangan Paul dari kepalanya tanpa membuat bantahan seperti sebelumnya dan memilih melanjutkan makannya.

"Cemburu sama yang lain boleh lah Nab, tapi masa sama Salma, itu suatu hal yang sangat amat gak mungkin"

Kali ini ucapan Paul berhasil mengundang decakan kesal dari Nabila. Gadis itu sampai memberikan lirikan tajamnya kepada pria yang entah harus apa ia menyebut hubungan mereka ini.

Teman Banyak Varian (Panal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang