Chapter 12

369 33 12
                                        

Cerita ini hanya fiksi, murni dari otak halu Author. Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan pembunuhan, tidak diperkenankan untuk yang masih dibawah umur. Harap bijak dalam membaca.

Soo, Enjoy with my new story.

Soo, Enjoy with my new story

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_o0o_

Di tengah keramaian siswa yang bersantap siang, para Chaser duduk di sebuah meja eksklusif, terpisah dari hiruk pikuk kantin. Aron terus menatap ke arah pintu masuk, seakan menunggu seseorang.

"Duh, Bigel sama Alaska lama banget!" bosan Aron mengoceh, lalu meneguk minuman nya hingga habis.

Sementara Angkasa malah tertidur di pangkuan Kiano yang sedang bersandar seraya membaca buku.

"Sabar lah boy, orang sabar disayang tuhan, yang gak sabar disayang Lily!" goda Zeyn yang langsung membuat Aron menengok cepat.

Botol kosong itu sangat cepat melayang ke arah Zeyn, "Diem deh lu. Depan gue ada garpu ya, jangan sampe ni garpu gue pake nyolok mata lu!" kesal Aron dengan wajah merah akibat malu.

Zeyn menenggelamkan wajahnya pada bantal sofa, lalu tertawa lepas setelahnya.

Kiano menerima notifikasi pesan, ia menunduk menatap ponselnya, dengan cepat ia meraih ponsel dan melupakan bukunya. Senyum tipis seketika menghias di sudut bibir nya.

Sementara itu, Bigel dan Alaska kini sedang berada di kamar mandi guna membersihkan tubuh mereka.

"Bi, lo capek gak sih, di teror mulu?" tanya Alaska yang kini bersandar di tembok wc seraya memutar rokoknya, posisi mereka saat ini sedang berseblahan.

"Capek sih, tapi rasa penasaran gue lebih besar dari rasa capek!" respon Bigel membuat Alaska tak jadi membakar rokoknya.

"Setiap kejadian pasti punya alasan. Entah kenapa gue yakin kita gak terpilih secara random," tambah Bigel.

Alaska mematahkan rokoknya dengan satu tangan, lalu segera memakai hoodie navy nya. Ia keluar dari kamar mandi dan beralih mencuci tangannya di wastafel.

"Jadi lo lebih penasaran dengan alasan mereka?" tanya Alaska seraya mengoles sesuatu pada rambutnya.

Bigel pun ikut keluar, dan kini berdiri di samping Alaska, "Hmm, gimana kalau kita beneran punya salah sama mereka?!" jawabnya membuat Alaska ikut berpikir.

Bigel menghela napas berat seraya berbalik menatap Alaska, "Gue gak mau cuma sekedar penasaran, gue mau langsung ke tempat itu dan mastiin segalanya, alasannya, dan hubungannya dengan kita semua!" tekad Bigel menatap serius pada Alaska.

Alaska mengangguk setuju, "Gue setuju, gue bakal ikut masuk!"

_o0o_

"Serius? Shit! Lo yang bener Za," Mevlana nampak terkejut mendengar penjelasan Zathura.

THE EXTRACURRICULER [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang