Ke Sekolah Cari Ilmu. X
Ke Sekolah Cari Mati. ✓
Luxury High School merupakan sekolah terpandang yang dihuni oleh para murid populer yang dikenal diberbagai sekolah.
Tapi semuanya bukan mengenai sekolah itu ...
Melainkan, suatu hal menyeramkan, di...
Cerita ini hanya fiksi, murni dari otak halu Author. Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan pembunuhan, tidak diperkenankan untuk yang masih dibawah umur. Harap bijak dalam membaca.
Soo, Enjoy with my new story.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_o0o_
Cahaya senja mulai merangkak perlahan, menyelimuti langit dengan warna-warna lembut perpaduan oranye dan ungu. Semilir angin sore membawa serta aroma tanah basah dan dedaunan yang mulai layu.
Namun, di balik keindahan alam sore itu, ada getaran semangat yang berbeda dirasakan oleh sekelompok remaja. Sebuah janji pertemuan yang telah disepakati bersama. Detik demi detik terasa begitu lambat berlalu, seakan memperpanjang rasa penasaran dan antusiasme mereka.
Di sebuah taman, Angkasa dan Kryztal sudah lebih dulu sampai, mereka juga bersama dengan Bilqis. Tak ingin menghabiskan waktu menunggu yang lainnya dengan berdiam diri, mereka menyewa sepeda listrik dan bermain bersama.
Setiap pengunjung sampai menatap mereka dengan pandangan yang beragam. Ada yang ikut bahagia, ada yang malah menggunjing, dan ada juga yang hanya fokus pada keimutan Bilqis.
Kryztal sangat menikmati kebersamaan mereka tanpa peduli pada setiap pandangan orang di sekitarnya. Lagipula mereka tak melakukan apapun, dan hanya sekedar bersepeda.
Hingga kedatangan Bigel dan Mevlana membuat mereka berhenti sejenak.
"Anjay, rujuk yah?" goda Angkasa saat akan mengerem di depan Bigel yang menatapnya sinis.
Sepertinya Mevlana juga tertarik bermain sepeda listrik, "Bi, mau juga!" pinta Mevlana dengan senyum simpul seraya menunjuk Krzytal yang tengah dibonceng oleh Angkasa.
"Kan udah tadi," ujar Bigel merasa jika mereka baru saja berboncengan dengan motor.
"Yaelah, gak sweet banget lu bro!" cibir Angkasa menyeletuk.
Mevlana memutar bola matanya malas, "Ya beda lah ... Ayoooo!" paksa Mevlana menarik-narik Bigel menuju tempat penyewaan.
Sepeninggal mereka, Aron dan Lily juga baru saja tiba. Lagi-lagi Angkasa tertawa, "Waduh bro, lu kapan jadiannya, gak pernah ngomong tuh!" ucap Angkasa yang reflek di lempar sarung tangan oleh Aron.
"Hai Li!" sapa Kryztal seraya turun dari sepeda bersama Bilqis. Mereka berdua yang juga punya pembahasan lain akhirnya sedikit menjauh dari kedua pria itu
"Diem lu, yang lain mana? Jangan bilang cuma lu doang yang baru datang?" tanya Aron mulai merasa kesal, pasalnya mereka semua mengatakan untuk tepat waktu. Aron yang ingin kencan dengan Lily jadi harus teralihkan.
"Emang!" ucap Angkasa dengan watadosnya. Aron hampir saja menggedik kepalanya.
"Nah itu mereka dateng," Angkasa membuat Aron berbalik cepat. "Perasaan konsep janjian kita gak bawa cewek deh?" gumam Angkasa saat melihat kedatangan Alaska bersama Zathura, sangat bisa didengar oleh Aron.