Ke Sekolah Cari Ilmu. X
Ke Sekolah Cari Mati. ✓
Luxury High School merupakan sekolah terpandang yang dihuni oleh para murid populer yang dikenal diberbagai sekolah.
Tapi semuanya bukan mengenai sekolah itu ...
Melainkan, suatu hal menyeramkan, di...
Cerita ini hanya fiksi, murni dari otak halu Author. Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan pembunuhan, tidak diperkenankan untuk yang masih dibawah umur. Harap bijak dalam membaca.
Soo, Enjoy with my new story.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Alaska ... aku suka namanya!" Setelah sekian lama nya, Immanuel kembali mengukir senyum tulus, saat dirinya memandang foto keluarga kecil Garaga.
Ia kemudian menengok ke arah Garaga yang hanya bisa termenung, "Kau menepati janji mu," Immanuel sedikit terkekeh, "Waktu berlalu sangat cepat, sampai aku tidak menyangka jika anak yang nyaris ku lenyapkan telah tumbuh dengan baik saat ini!"
Senyum Garaga terasa kecut, ia meraih kembali ponselnya kemudian menatap patung menawan sekaligus mengerikan yang telah Immanuel ciptakan.
Immanuel menyeringai tipis, lalu berbalik menatap patung buatannya "Kau membuatku terkejut, Garaga. Dahulu kau tak pernah sadar memiliki putra dari perempuan lain..."
"Jadi selama kau menghilang, kau melakukan semua hal ini?" Sela Garaga, tak ingin membahas tentang pemuda yang ia tumbalkan itu.
Immanuel menatap Garaga, "Setelah segalanya, aku mulai berambisi untuk tetap berpijak dengan jalan ku sendiri, tanpa perintah, tanpa aturan. Aku ingin menjadi tempat berlindung dan menjadi jalan terakhir setiap orang yang kesulitan dengan permasalahannya!"
Immanuel tiba-tiba menunjuk Garaga, "Tapi ... apapun itu, kita masih dalam lingkaran kehidupan, dimana hukum alam akan terus diterapkan untuk sebuah kelangsungan hidup. Segala bantuan perlu balasan, Garaga!"
"Apa maksudmu? Kau menipu semua orang agar mereka mengikuti jejak sesat mu?" Garaga mulai memaknai perkataan Immanuel dengan hal negatif.
"Jangan mengintimidasi Garaga. Lihatlah dirimu, kau membiarkan anak itu tumbuh tanpa seorang Ayah, lalu setelah bertahun-tahun, kau datang bukan untuk melakukan tanggung jawabmu dan malah membunuhnya." Balas Immanuel dengan tatapan Puas.
Garaga Terdiam setelah mendengar Fakta mengerikan itu.
Immanuel tertawa, "Meski begitu, jangan mundur Garaga, kau sudah berada di jalan yang benar. Aku akan memberikanmu mata anak itu. Kelak, kau juga akan punya ambisi yang sama denganku untuk memenuhi tujuanmu!"
"Beginilah caraku mengubah takdir, Garaga!"
Setelah mengatakannya, Immanuel beranjak pergi dari hadapan Garaga, namun langkahnya tiba-tiba terhenti.
Netra mereka kembali bertemu, "Kau sudah tidak bisa mundur Garaga, Atlantis kini menjadi simbol dari Black Eye. Dan sebagai seorang Ayah, sudah menjadi tugasmu untuk tetap bersama nya bukan?"
"Begitupun dengan ku, sebagai Ayah kandung Alaska, mungkin suatu hari ... aku akan mengambilnya kembali!" imbuh Immanuel yang sangat mampu memancing emosi Garaga.
"Cobalah, selagi kau mampu keparat!"
_o0o_
Luxury high school tiba-tiba nampak seperti gedung tak berpenghuni, hari yang mulai gelap semakin membuat suasana di sekolah itu kian menyeramkan.