Ke Sekolah Cari Ilmu. X
Ke Sekolah Cari Mati. ✓
Luxury High School merupakan sekolah terpandang yang dihuni oleh para murid populer yang dikenal diberbagai sekolah.
Tapi semuanya bukan mengenai sekolah itu ...
Melainkan, suatu hal menyeramkan, di...
Cerita ini hanya fiksi, murni dari otak halu Author. Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan pembunuhan, tidak diperkenankan untuk yang masih dibawah umur. Harap bijak dalam membaca.
Soo, Enjoy with my new story.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seseorang baru saja menjatuhkan belati tepat di samping seorang mayat yang masih mengenakan jubah merahnya. Dengan kondisi mengenaskan, ternyata tak hanya ada satu mayat saja, melainkan beberapa.
Wanita yang menjadi pemimpin komplotan ternyata melakukan kesalahan dengan mempercayakan Alaska kepada lima orang bawahannya. Karena sayangnya, kelima nya harus berakhir mengenaskan ditangan Alaska.
Cahaya rembulan memantul redup di genangan darah yang mengering di seragam putih Alaska. Luka menganga di lengan kirinya masih terasa perih, namun ia tak menghiraukannya. Kaki telanjangnya melangkah mantap di atas aspal dingin, meninggalkan jejak darah di belakang. Tatapan matanya kosong, namun sorot kebencian berkobar di dalamnya.
Hujan kembali turun, membasahi tubuhnya yang penuh luka. Angin malam menerpa wajahnya, membawa serta aroma amis darah. Namun, ia tak merasakan dingin ataupun nyeri. Yang ada hanyalah amarah yang membakar jiwanya.
Ia berjalan terus, menuju suatu tempat yang pasti. Kaki lelahnya seolah tak merasakan beban. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal, yaitu mengakhiri segalanya. Ia akan melakukan apapun, ya ... Apapun.
Tiba-tiba, ia berhenti di depan sebuah gedung besar yang menjadi tempat para penjahat diamankan. Entah apa yang akan ia lakukan disana.
Dengan langkah pasti, ia melangkah masuk ke dalam gedung itu. Pintu besar kantor polisi berderit nyaring saat didorong terbuka. Semua mata terpaku pada sosok remaja yang baru saja masuk. Tubuhnya lebam, berlumuran darah, dan luka-luka terlihat jelas di wajahnya yang pucat.
Hening seketika menyelimuti ruangan. Para petugas polisi yang sedang bertugas saling berbisik, mencoba memahami situasi yang tak terduga ini. Beberapa di antaranya sudah bersiap untuk mendekati Alaska, namun ia terus berjalan lurus, menuju meja informasi.
"Saya ingin bertemu dengan Nyonya Indah Kartika!" ucap Alaska tanpa berbasa-basi sama sekali.
Para petugas saling memandang, lalu salah satu petugas yang kini ditatap oleh Alaska bangkit dari duduknya, "Duduklah nak, kurasa kau butuh pertolongan lebih dulu!"
Alaska sedikit mencondongkan tubuhnya dengan melayangkan tatapan predatornya, "Saya bilang, ingin bertemu ... Nyonya Indah Kartika!" ucap nya lagi penuh penekanan.
Si petugas menghela napas panjang, lalu mengode rekannya untuk membawanya bertemu dengan seseorang yang ia cari. Meski sebenarnya saat ini bukanlah waktu berkunjung.
...
Selang beberapa menit Alaska menunggu, hingga akhirnya salah satu petugas membawa Bi Indah keluar dari sebuah ruangan. Beberapa menit ia mematung setelah melihat kehadiran Alaska. Dengan penampilannya yang dipenuhi banyak darah, Alaska semakin mirip dengan seseorang, mengingatkan nya pada seseorang yang telah merenggut segalanya darinya.