12 <kebenaran tentang Myungjae>

22 3 0
                                        

Hanbin masih terdiam, kemudian air mata yang tidak bisa terbendung tumpah juga

"Baru tadi pagi aku katakan, aku tidak ingin putus! Kenapa kau ingin hubungan kita berakhir?"

Namun Myungjae tidak menjawab. Jujur dia tidak tega Hanbin menangis seperti ini

"Pasti ada alasannya! Jika ada masalah katakan saja! Jangan jadikan hubungan kita sebagai taruhannya! Myungjae, aku benar-benar tidak ingin berpisah!" Hanbin menggenggam tangan Myungjae

Hanbin butuh penjelasan, tak mungkin Myungjae memutus hubungan tanpa sebab. Tapi pria itu tak juga buka suara

"Kau masih diam? Kalau begitu aku tak terima untuk putus hubungan! Status kita masih sama, kita tidak-"

"Aku tidak mencintaimu lagi!"

Kalimat pertama yang Myungjae ucapan sejak Hanbin bertanya, mampu membuat Hanbin juga terdiam

"Getaran itu ada sebelumnya! Tapi sekarang tidak ada lagi! Aku bahkan sudah muak dengan hubungan ini! Apa kau masih butuh alasan lain?"

'PLAK'

Itu jawaban Hanbin, sebuah tamparan. Marah bercampur kecewa, serta kesedihan. Hanbin tidak tahan lagi

"Baiklah! Pergi! Pergi yang jauh! Kita sudah putus hubungan! Kau bisa cari getaran cinta yang baru! Aku membencimu, Myungjae!"

Hanbin berulang kali mendorong Myungjae. Berulang kali pula, Myungjae menahan tangisnya. Rasanya ingin membawa Hanbin kedalam dekapannya lalu menenangkannya. Tapi Myungjae sadar, dia tidak bisa melakukannya. Myungjae memilih pergi, dengan begini Hanbin tidak akan melihat tangisan Myungjae

__________________________________

Pagi ini, Minseo sudah sampai di kantor, sudah tidak ada lagi drama menangisi Daehyeon yang mungkin tidak akan ia temui lagi. Para karyawan membungkuk hormat pada direktur baru mereka, dibalas anggukan dan senyum ramah oleh sang empu. Jika begini siapa yang akan malas bekerja?

"Ha? Presdir Kang datang!"

Minseo berbalik setelah mendengar bisikan karyawan yang mengatakan kalau ayahnya sudah datang. Yang membuat Minseo mengerutkan dahinya adalah, dia melihat Myungjae yang berjalan dibelakang ayahnya

"Jin Myungjae?" Hanya pertanyaan untuk diri sendiri

Minseo tetap memberi hormat pada presdir barunya, hanya untuk sebuah formalitas. Setelah ayahnya melewatinya, Minseo kembali perhatikan seseorang yang berjalan dibelakang Seungyoon

"Itu benar Myungjae! Ini pekerjaan yang dia dapatkan? Apa Hanbin mengetahuinya?" batin Minseo bertanya-tanya

Minseo memilih cepat masuk ke ruangannya dan mencoba menghubungi Hanbin

"Nomor yang Anda tuju tidak menjawab, panggilan akan dialihkan ke pesan suara"

Berkali-kali Minseo menekan nomor Hanbin, tapi tidak ada jawaban. Minseo mulai khawatir

Seharian yang sibuk ini, Minseo bahkan tidak lupa untuk menelpon Hanbin, atau sekedar mengirimnya pesan singkat. Namun tidak ada satupun balasan dari si pemilik nomor

Sampai hari sudah menggelap, namun bukan berarti pekerjaan Minseo sudah selesai. Minseo pulang ke rumah untuk membahas pekerjaan dengan sang ayah. Tapi fokusnya terbagi karena Myungjae juga ada disana

"Ayah rasa sudah cukup! Ayah yakin kau bisa memahami sisanya! Jangan lupa besok akan ada janji temu dengan pemilik pabrik kosmetik yang akan menggunakan jasa kerja kita! Jangan sampai terlambat!"

"Baik, ayah!" penjelasan terakhir dari Seungyoon bisa dipahami Minseo

Seungyoon sudah membereskan beberapa dokumen yang sebelumnya mereka bahas, Seungyoon juga sudah berdiri dan hendak beranjak, tapi Minseo menahannya

Hold TightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang