Selama menghilangnya Minseo dan Daehyeon, bukan hanya keluarga Kang yang tidak mendapat kabar, namun Hanbin juga tidak mendapat kabar apapun dari sahabatnya. Ada rasa kecewa, namun juga khawatir, jika ada masalah lainnya dan Hanbin tidak tau bagaimana. Ditambah akhir-akhir ini dia sering bertemu sang mantan, Myungjae sering mengunjungi cafe Hanbin dengan alasan Sia yang ingin berkunjung. Contohnya seperti hari ini, lagi-lagi Hanbin menjumpai Myungjae dan Sia yang datang ke cafe
"Selamat datang!" dia harus profesional, tidak boleh menempatkan masalah pribadi dalam pekerjaan
"Oppa, hai!" Sia melambaikan tangan pada Hanbin
"Hai, Sia! Apa yang ingin kau pesan?" Hanbin sedikit menunduk menyamai tingginya dengan Sia
"Tiramisu dan coklat dingin!" Sia menjawab
"Akan segera siap! Tunggu dan duduklah disana!" Pandangannya hanya pada Sia, tidak menghiraukan kehadiran Myungjae disana
"Kau tidak mau bertanya padaku?" Myungjae masih berdiri didepan Hanbin
"Kau selalu memesan latte! Seperti anak kecil!" Hanbin menjawab, tapi tangannya sibuk membuat pesanan
"Terimakasih sudah mengingatnya!" Myungjae tersenyum
Myungjae menyusul Sia yang duduk dengan nyaman di kursinya. Hanbin menatapnya sekilas, namun segera ia alihkan saat Myungjae juga malah menatapnya
Hanbin sendiri yang mengantar pesanan mereka, terlihat Sia yang sangat antusias menyambutnya
"Terimakasih, Hanbin oppa!" gadis kecil itu tersenyum
Hanbin yang hendak beranjak harus tertahan karena Myungjae menggenggam tangannya
"Bisa kita bicara? Sembari menunggu Sia!" Myungjae bertanya
"Aku sedikit sibuk!" Hanbin mencoba menolak
"Hanya sebentar, aku mohon!" Myungjae terus membujuk
"Maaf!" Hanbin dengan paksa melepas genggaman tangan Myungjae
Myungjae paham, Hanbin hanya butuh waktu, tidak semudah itu kan menerima Myungjae kembali. Meski Hanbin sendiri tidak bisa bohong dia masih mengharapkan Myungjae
__________________________________
Semua pekerja sudah pulang, namun Hanbin disana. Memegang paperbag berisi dessert yang dia buat sendiri. Hanbin segera kunci pintu cafe nya dan segera beranjak, namun tujuannya bukan pulang ke apartemennya. Setelah sampai, Hanbin tekan bel agar pemilik rumah membukakan pintu
Setelah pintu terbuka, Hanbin bisa melihat Myungjae dengan wajah terkejutnya
"Hanbin?" Myungjae masih tak percaya dengan yang dia lihat
"Apa Sia sudah tidur?" Hanbin menyelonong masuk tanpa persetujuan Myungjae
"Oppa!" Sia sangat antusias menyambut Hanbin
"Sia!" Hanbin merentangkan tangannya dan segera menerima Sia yang berlari untuk memeluknya dan membawanya dalam gendongan
Myungjae masih terdiam, terkejut karena kedatangan Hanbin, belum lagi Sia yang sangat bahagia bertemu Hanbin
"Sebenarnya yang kakakmu itu aku atau Hanbin?" Myungjae merajuk
"Kalian berdua kakakku! Jangan bertengkar lagi! Atau aku akan sedih!" Sia mengungkapkan isi hatinya
Myungjae maupun Hanbin terdiam, Sia yang masih kecil pun bisa paham kalau hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja
"Maaf! Kita tidak akan bertengkar lagi!" Hanbin menanggapinya duluan
KAMU SEDANG MEMBACA
Hold Tight
De TodoKeluarga Kang terkenal sebagai keluarga yang elegan, kaya, juga terpandang. Namun bagaimana pendapat orang jika tau kedua putra mereka tengah perang dingin memperebutkan jabatan yang akan dilepas oleh kakek Kang Di samping itu, kedua cucu laki-laki...
