3 <perasaan yang aneh>

36 3 0
                                        

Haruskah Daehyeon berterimakasih pada Minseo? Berkat bantuannya Daehyeon bisa mendapat nilai mendekati sempurna di angkatannya. Tapikan tujuan Daehyeon bukan hanya itu, dia ingin nilai Minseo juga turun, tapi justru Minseo makin di puji

Daehyeon iri? Tentu saja, tapi dia tidak membenci Minseo. Entahlah dia merasa nyaman berada di sekitar Minseo, dia merasa ada yang menjaganya sebagai saudara. Tapi tidak, mungkin lebih dari itu, Daehyeon pun sulit mengartikannya

"Bagaimana kelas hari ini?"

"Apa ada materi yang tidak di mengerti?"

"Jika tidak faham tanyakan saja pada hyung!"

"Semangat latihan basketnya! Hyung akan menonton dari sini!"

Perhatian kecil seperti itu mampu menjungkirbalikkan perasaan Daehyeon.

Jika ada yang beranggapan Daehyeon menyerah pada basket, kalian salah. Daehyeon masih rutin berlatih, seminggu lagi akan ada pertandingan. Selama latihan pun Minseo selalu mendukungnya, jika Daehyeon melihat Minseo yang bertepuk tangan untuknya, jantung Daehyeon berdetak sangat cepat. Awalnya dia fikir mungkin kelelahan, namun apa dia akan langsung kelelahan melihat Minseo? Aneh bukan?

Selesai berlatih pun, Minseo masih mengurus Daehyeon. Minseo sedang mengulurkan sebotol air untuknya. Daehyeon langsung mengambilnya

"Terimakasih!" kemudian ia tenggak minumannya

"Kau terlihat luar biasa!" Minseo memuji

"Apa kau baru tau?" Daehyeon sungguh tak berubah

"Hyung terimakasih!" Sekali lagi Daehyeon berterimakasih

"Itu hanya air mineral! Tidak perlu berterimakasih sampai dua kali!" Minseo juga tau itu sepele

"Bukan hanya air, semangat darimu, dan pembelajaran yang kau beri! Itu sangat berarti bagiku!"

Minseo masih menatap Daehyeon dan mendengarkan perkataannya

"Sekarang ayah tidak melarang ku untuk berolahraga karena nilai ku naik pesat! Kakek juga akan segera mengenalkan ku ke media!"

"Benarkah?" Pengakuan Daehyeon membuat Minseo kegirangan juga

Minseo bahkan memeluk Daehyeon, dia ikut senang. Jujur Minseo tak pernah menyimpan dendam pada Daehyeon, maka dari itu dia tulus membantu Daehyeon

Namun berbeda dengan Daehyeon, dia terpaku. Perlakuan Minseo yang tiba-tiba memeluknya membuat jantungnya kembali bergemuruh. Lagi-lagi perasaan aneh itu muncul, ada apa dengannya?

"Kerja bagus, Daehyeon! Selamat!" Minseo masih memeluk Daehyeon

"Daehyeon, luar biasa aku sangat bahagia!"

Minseo sudah melepaskan pelukannya namun dia masih heboh sambil menangkup pipi Daehyeon

"Ayo kita pacaran!" entahlah Minseo sadar atau tidak mengatakannya

"Hah?" Daehyeon tentu takut salah dengar

Perlahan tangan yang menangkup pipi Daehyeon ia turunkan, kepala yang mendongak pun ia tundukkan. Bagaimana jika Daehyeon menolaknya?

"Maaf, seharusnya aku tidak menyimpan perasaan ini! Aku hyung yang jahat, bagaimana bisa aku menyukai sepupuku sendiri?" Minseo tertunduk sedih

"Hyung, ikut aku!" Daehyeon menyeret pelan lengan Minseo agar mengikuti langkahnya

Minseo hanya menurut meski dia penasaran, kemana Daehyeon akan membawanya

Daehyeon berhenti di dekat mobilnya, membukakan pintu untuk Minseo dan memintanya masuk. Kemudian kearah pintu sebelah kanan dan masuk lewat sana. Minseo menunggu kemana kira-kira Daehyeon akan membawanya

Hold TightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang