🚫Happy Reading.🚫
Alfiora terbangun saat sebuah tangan hangat membelai wajahnya.
Beberapa kali matanya mulai beradaptasi dengan cahaya di ruangan itu.
Dan saat matanya beradu tatap dengan seorang pemuda, ingin rasanya ia berteriak namun tenggorokannya terasa tercekat hingga tak dapat mengeluarkan suara sedikitpun."Ada apa sayang?" pertanyaan pemuda itu membuat setetes air mata meluncur dari balik pelupuk mata Fiora.
"Ka-kamu jahat." Kotaru yang berdiri disamping ranjang hanya menampilkan senyum kecil padanya.
"Benarkah? Sayang kamu bahkan ikut mendesah dan melenguh nikmat saat aku berada didalam dirimu. Ingin melihat video panas kita?" ujaran itu semakin membuat kelu lidah Fiora untuk bersuara.
Entah apa maksud dari perbuatan Kotaru padanya, ia mengira selama ini pemuda itu memanglah baik dan pengertian walaupun sikap dingin serta acuh tak acuhnya pada siapapun. Ia tak keberatan karena sikap seseorang tidak akan pernah sama satu sama lainnya.
Namun ia tak menyangka bahwa pemuda itu tega dapat melakukan hal diluar batas disaat situasi diluar sana telah berubah menakutkan.
Ia juga tak mengerti mengapa malam itu ia dapat bertemu Kotaru, padahal acara ini hanya untuk murid-murid serta orang tua mereka dalam rangka acara perayaan sekolah.
Hanya ia dan teman-teman lulusan sekolah ini yang diberi undangan untuk melakukan penampilan disini, namun mengapa pemuda itu berada disini? Apa memang orang luar dapat mengikuti acara ini atau ia datang bersama salah satu keluarga dari murid-murid disini? Pikirannya kacau. Ia tak dapat berpikir dengan baik saat ini.
Kotaru adalah mahasiswa pindahan dari jepang, ia tak mungkin memiliki keluarga disini bukan? Bahkan ia pernah mendengar bahwa pemuda itu tinggal di sebuah apartemen kecil diujung kota. Tepatnya di perbatasan antara kota yang lebih kecil dari kota mereka menempuh pendidikan di universitas, kota itu berbatasan langsung dengan hutan Oakley.
Hutan Oakley yang menurut warga sekitar sangat angker karena hutannya yang lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi nan dedaunan yang rimbun. Membuat sinar matahari sulit menembus kedalaman hutan tersebut.
Orang-orang yang pernah memasuki hutan itu ada yang selamat dan ada yang tak pernah lagi ditemukan keberadaannya.
Bagi mereka yang selamat, mereka mengatakan bahwa didalam hutan sana terdapat danau yang indah, airnya yang bening dan banyaknya ikan air tawar yang berenang kesana kemari sangat memanjakan mata.Namun cerita itu tak pernah terbukti kebenarannya, sekalipun helikopter ataupun pesawat melintas di kawasan hutan itu, mereka tak pernah melihat bahwa adanya danau didalam hutan itu.
Kotaru tinggal di kota kecil itu, jadi rasanya tak masuk akal bila ia dapat memasuki sekolah ini begitu saja, tapi yang lebih mengherankan adalah adanya ruangan rahasia diujung lorong yang dimana selama Fiora bersekolah disini ia bahkan teman-temannya yang lain pun tidak tahu adanya ruangan tersebut.
Walaupun Fiora, Brisia dan Robert dari panti asuhan, mereka dapat bersekolah disini atas rekomendasi dari guru di sekolah Smp mereka.
Yap, mereka mengikuti tes masuk untuk mendapatkan beasiswa dan ketiganya berhasil masuk dengan tanpa bayar sepeserpun, bahkan mereka mendapat uang saku setiap bulannya.
Di setiap sekolah internasional pasti sistem kasta akan selalu ada, mereka dari kalangan berada akan bertindak semena-mena bahkan tak segan untuk membully mereka yang mendapat beasiswa atau dari kalangan yang menurut mereka rendah.
Beruntung selama ia dan kedua temannya bersekolah disini, mereka selalu menyembunyikan diri dari pandangan murid yang lainnya, mereka bertiga selalu menghabiskan waktu di ruang perpustakaan ataupun di halaman belakang sekolah yang jarang dikunjungi oleh orang lain.
Bahkan saat mereka diutus untuk mengikuti berbagai lomba dan olimpiade, mereka jarang menunjukkan diri saat itu, mereka tak ingin ikut campur atau mendapat masalah dari orang-orang yang berkuasa di sekolah ini.
Tapi mereka juga diam-diam selalu membantu para korban bully walau hanya sekadar mengobati luka mereka, atau memberi pakaian seragam baru bila terkena siraman air atau bahkan dirusak. Mereka juga terkadang mengajak murid untuk makan bersama saat bekalnya diambil oleh orang-orang menyebalkan itu.
Seluruh murid sekolah mungkin tahu nama mereka bertiga namun hanya segelintir orang yang mengetahui wajah mereka seperti apa. Kecuali teman-teman didalam kelasnya.
"Kenapa kamu melamun sayang? Kamu sedang mengingat percintaan panas kita semalam?" suara itu menyadarkan Fiora dari berbagai pikiran mengenai Kotaru dan sekolah ini.
Ia bahkan baru menyadari bahwa tubuhnya sudah kembali berada dibawah kungkungan pemuda itu. Kotaru memang memakai hoodie berwarna putih dan tubuhnya hanya terbalut selimut.
Ini bahaya, namun Fiora tak bisa bergerak dengan leluasa. Pemuda itu menatap dalam netra biru saphire yang terlihat berkilauan saat terkena cahaya lampu di ruangan ini.
Tubuhnya yang hanya terbalut oleh sebuah selimut membuat hasratnya kembali meninggi, membayangkan tubuh milik gadis dibawahnya kembali berguncang karena dirinya, membuat pikirannya semakin pusing.
Kotaru menaruh wajahnya diantara ceruk leher Fiora dengan sesekali mengecup dan menghisap kulit lehernya hingga terlihat membekas kemerahan.
Fiora mengigit bibirnya agar tak mendesah saat merasakan tubuhnya kembali digerayangi. Ia berusaha berontak namun tenaganya masih lemah akibat pengaruh obat didalam minuman semalam masih meninggalkan sedikit reaksi. Membuat tubuhnya masih terasa lemah.
"Kamu milikku selamanya." ujar Kotaru seraya bangkit dari atas tubuh Fiora dan menarik tubuh itu untuk terbangun hingga tanpa sadar selimut yang menutupi tubuhnya turun hingga memperlihatkan dadanya yang dipenuhi banyak kissmark.
Fiora segera menarik keatas selimut itu untuk menutupi dadanya, namun kata-kata Kotaru justru membuat wajahnya terasa sangat panas. Ia sangat malu.
"Tidak usah di tutupi karena aku sudah melihat setiap inci tubuhmu bahkan mencicipinya." ucapan yang terlalu frontal menurut Fiora. Membuat ia menyembunyikan wajahnya di dada pemuda itu.
"Bersiaplah sayang, kita akan menjemput teman-temanmu bukan begitu? Lihat mereka masih berada di perpustakaan." Fiora kini berada di pangkuan Kotaru, mereka sedang melihat ke layar yang menampilkan ternyata sudah banyak makhluk-mahkluk itu berkeliaran, padahal semalam terlihat sangat sepi tapi pagi ini justru sangat ramai.
"Namun sebelum kamu bersiap, kamu harus memuaskanku kembali sayang. Karena tubuhmu adalah candu untukku." setelah mengatakan hal itu, kembali terjadi hal yang serupa dengan semalam.
Ia tak bisa berbuat apa-apa, semakin ia berontak dan melawan semakin bersemangat pula pemuda itu memasuki tubuhnya. Penyatuan itu menghabiskan waktu satu jam lebih. Terlihat raut kepuasan Kotaru saat ia kembali berhasil menggagahi wanita impiannya.
Sementara Fiora kembali tak berdaya dengan tubuh yang semakin di penuhi tanda kepemilikan dari Kotaru.
Mereka berdua melepas lelah sejenak sebelum kembali memakai pakaian masing-masing, dan pergi menyusul Robert serta Brisia yang sudah menunggu disana selama semalaman.

KAMU SEDANG MEMBACA
After Death.
Fantasy🚫🚫Warning 1821+🚫🚫 cerita ini hanyalah fantasi yang dikembangkan kembali dalam sebuah cerita yang dikemas sedemikian rupa. nama, tempat, dan segala yang tertuang disini hanyalah karangan fiktif dari penulis. selamat membaca. Alviora Carmellita ha...