BAB XXI

47 9 0
                                        

******************

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

******************

Walau perkataan Zuri kemarin malam sangatlah kejam, tapi kenapa Ghava tidak bisa menahan senyumnya?! Bahkan dari hari minggu kemarin, mamanya saja merasa aneh dengan tingkah Ghava.

Zack dan Dino saling tatap saling tanya, apa yang terjadi pada Ghava.

Sedangkah orang yang menjadi pemeran utama senyum-senyum tak jelas bahkan kadang laki-laki menutup wajahnya dan membuat gerakan malu-malu.

Zack dan Dino merasakan mual melihatnya. Astaga, begini ternyata jika sudah jadi bulol. Ngeri juga.

"Zack, gue takut Ghava jadi gila," bisik Dino ngeri.

"Gue juga. Apalagi gilanya karena adek gue, jadi tambah ngeri anjir."

Orang yang menjadikan Ghava bulol akhirnya muncul di ambang pintu kantin. Ghava yang sudah hapal dengan gadisnya menoleh cepat, namun saat beranjak seorang laki-laki tak dikenal mencegah Zuri.

"Wih, siapa tuh?"

"Saingan lo Ghava!"

Zack dan Dino memanas-manasi Ghava. Padahal Ghava bukan hanya panas, laki-laki itu sudah gosong.

Di posisi Zuri. Gadis itu menatap laki-laki yang beraninya mencegahnya. Gadis dengan rambut terikat setengah itu menaikkan sebelah alisnya bertanya.

"Ntar malem lo ada waktu?" cetus laki-laki tak diketahui itu.

"Nggak."

Laki-laki itu terlihat berpikir saat Zuri menjawab tanpa berpikir. "Kalo besok malam?"

"Nggak bisa."

"Kalo lusa malam?"

Zuri menggeleng.

"Kalo besok lusa, ada?"

Zuri menghela napas jengah. "Denger. Gue nggak punya waktu oke? Apalagi buat lo!"

"Zuri cuman punya waktu buat gue. Sampe sini paham?"

Di sana tiba-tiba Ghava datang dan menyeletuk tajam, tangan melingkar di bahu Zuri sambil menariknya mendekat.

Laki-laki bernama Roki itu terkekeh sinis. "Lo bukan pacar Al, jadi apa hak lo dengan Al?"

Bukannya kesal Ghava malah menarik sudut bibirnya. Tangannya yang melingkar di bahu Zuri beralih mengalihkan kepala Zuri agar menghadapnya.

"Mau bukti kalo Zuri punya gue?"

Kening Zuri menyerit mendengar perkataan Ghava yang ambigu di telinganya. Apa yang akan dilakukan laki-laki gila ini? Batin Zuri.

Roki menantang Ghava dengan tatapannya. Dan tanpa aba Ghava juga mengalihkan pandangan Zuri dan mengecup bibir Zuri. Ghava dapat merasakan sentakan tubuh Zuri, gadis itu kaget.

Hemlock Water Dropwort [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang