BAB XXV

73 10 0
                                        

******************

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

******************

"Gue nggak tahan bangsat! Saran lo nggak mempan! Little Ghost gue malah makin seneng gue jauhin! Trus dia malam didekatin anak bottom itu! Fuck!"

Tiga laki-laki yang berada di kamar Ghava tertawa terbahak-bahak, terutama Zack yang memberikan saran pada Ghava agar dirinya bisa dekat dengan Zuri. Dari awal Zaky sudah yakin jika saran yang diberikan saudara kembarnya pasti tidak benar dan hanya akan merugikan Ghava sementara keuntungan untuk Zuri.

Sedangkan Dino tidak habis pikir dengan Ghava, Zack dan Zaky adalah saudara Zuri sudah pasti kedua laki-laki itu tidak akan setuju begitu saja Ghava mendekati adik mereka. Apalagi dengan saran main Tarik Ulur Perasaan. Pertanyaan, perasaan siapa yang mau Ghava tarik ulur? Zuri? Bahkan perasaan seupil saja untuk Ghava tidak ada, yang ada Ghava makan hati melihat Zuri di dekati adik kelas yang cukup lucu menurutnya.

"Trus lo sama Nevra gimana?"

"Gimana apanya, gue udah punya pacar ya!"

Bukan Ghava, melainkan Nevra yang berdiri bersandar di ambang pintu sambil bersedekap dada. "Nggak lagi gue ikut-ikutan, pacar gue ngamuk kemarin karena makan suapin lo trus main ujan yang hampir buat gue sakit. Bye!"

Nevra adalah sepupu Ghava dari pihak ibunya dan kini sudah punya pacar. Tentang kedekatan Ghava dan Nevra adalah saran Zack. Mereka berencana seakan selama ini Ghava sengaja mendekati Zuri, menghosting Zuri seminggu dan dekat dengan gadis lain. Membuat Zuri cemburu dan mengakui perasaannya pada Ghava. Namun sayang seribu sayang, mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Ghava, Zuri sudah mengatakan sebelum-sebelumnya, dia tidak akan mencintai, bahkan menyukai Ghava saja tidak. Jadi jangan heran Zuri biasa saja dan tidak peduli.

"Gue nggak peduli, mau tarik ulur, tarik tambang, yang gue ingin Zuri tertarik sama gue!"

Ghava benar-benar kacau sekarang. Mohon bantuan sekalian agar Zuri suka sama Ghava.

"Ghav, lo kemarin ke gramed sama Nevra?" Ghava mengangguk lesu menjawab pertanyaan Zack.

"Trus ada Zuri di sana?" Lagi-lagi Ghava mengangguk.

"Dia liat pas lo bantuin Nevra ambil buku, yang posisi kalian ambigu kalo diliat dari sisi Zuri," ungkap Zack. "Kalian ... keliatan kek ciuman."

"Fuck!"

*****

"Gue mau bicara sama lo, berdua, empat mata!"

Di hari minggu yang cerah ini Ghava tiba-tiba datang mencari Zuri dan ingin bicara berdua. Ayah, bunda, dan kakak kembarnya mempersilakan, kini Ghava dan Zuri berdua di taman belakang.

Perasaan Zuri mendadak tak enak, rasa ingin muntah itu kembali saat mengingat Ghava kemarin.

"Gue mau ngomong."

Hemlock Water Dropwort [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang