9. Makan Malam

268 9 0
                                        

"Jangan Lupa, Ya?"_ Rafandra

"Jangan Lupa, Ya?"_ Rafandra

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Arumi memasuki halaman rumahnya dan berjalan masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum bibiku, anakmu yang cantik comeback," sapa Arumi girang.

"Wa'alaikumsalam," jawab bi Sila senyum.

"Udah pulang ya neng? kok, cepat banget pulangnya?" tanya bi Sila.

"Iya bi, soalnya tadi ada pertemuan di skolah, jadi kita di pulangkan lebih cepat," ujar Arumi sambil menyalami tangan bi Sila.

"Yaudah, sekarang kamu ganti baju trus kita makan bibi udah masak," ucap bi Sila.

"Siap bi," jawab Arumi sambil tersenyum manis.

"Bibi ke dapur dulu, mau cuci bekas masak sayur," ucap bi Sila dan berbalik pergi namun langkahnya terhenti.

"Tunggu bi, sekalian cuci ini juga biar besok Arum bisa pulangin," ucap Arumi sambil memberikan kotak makanan yang Rafandra kasi ke dia.

"Dari siapa? biasanya kalu bibi tawarin buat bawa bekal ke skola kamu gak mau, kok sekarang jadi sering bawa bekal ya, ini udah kedua kalinya kamu kasi bibi cuci kotak makanan?" tanya bi Sila menatap Arumi selidik.

"Di kasi sama Rafa bi," jawab Arumi santai.

"Oh, cowok kemarin itu, bibi liat dia perhatian banget sama kamu?" ucap bi Sila menggoda gadis di depannya.

"Apaan si bi, udahlah Arum mau ke kamar dulu," ucap Arumi lalu pergi meninggalkan bi Sila yang sedang tersenyum sumringah.

'Semoga dia selalu menjagamu,' batin bi Sila menatap punggung gadis itu yang mulai menghilang dari pandangannya.

****

"Ma, masak apa?" tanya Rafandra yang menghampiri mamanya di dapur.

"Masak opor ayam," jawab Dira yang fokus memasak.

"Wah enak ni," balas Rafandra sambil mencium bau masakan mamanya.

"Rafa?" panggil Dira.

"Hmm," jawab Rafandra.

"Ajak Arum kesini, makan sama kita, mama lagi masak banyak," ucap Dira yang membuat Rafandra langsung membelalakkan matanya, menatap ibunya tidak percaya.

"Udah malam, ma," jawab Rafandra.

"Rumahnya kan gak terlalu jauh, lagian kamu yang jemput dan kamu juga yang nganterin dia pulang, jadi aman," balas Dira menatap berharap kepada anaknya.

CLEOSANA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang