"Setinggi apapun kita terbang, sesungguhnya akan terikat dengan bumi."_Rafandra
****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pantai?" tanya Arumi menatap Rafandra.
"Coba lihat di sekitar kamu, rame kan?" ucap Rafandra.
"Iya ya, eh tapi itu kok mereka lagi main layang-layang? mana rame lagi." ucap Arumi.
"Hm, ini itu festival layang-layang." balas Rafandra.
"Wah, keren banget." ucap Arumi menatap langit yang di penuhi layang-layang.
"Di cariin, ternyata lagi asik pacaran disini." ucap Rivan.
"Halo nona Ambon?" sapa Zayden yang muncul tiba-tiba.
"Lo semua?" ucap Rafandra terlihat bertanya kenapa teman-temannya bisa di ada disini.
"Eitss, jangan salah paham, kita kesini mau main layang-layang, ngajak Lo sama nona Ambon juga cuman kalian udah terlanjur disini." balas Zayden.
"Ciee?" goda Fania kepada Arumi.
"Apaan si, Fara gak ada?" tanya Arumi.
"Ada kok, lagi beli jajan." jawab Fara membuat Arumi mengangguk paham.
"Liam?" tanya Rafandra.
"Liam sama Dirga dan lainnya lagi ngambil layang-layang." ucap Zayden.
"Arumi my besti akhirnya Lo datang juga." ucap Fara senang.
"Ra? Lo beli apaan banyak amat." tanya Zayden menatap kantong plastik di genggaman tangan gadis itu.
"Cemilan buat ngemil." jawab Fara.
"Banyak amat, emang sanggup?" ucap Zayden.
"Ini buat kita semua, kalau gue sendiri mana sanggup." jawab Fara mendengus.
"Perhatian banget." senyum Zayden.
"Dih alai Lo." balas Fara.
"Woy bantuin napa!" teriak Daren yang datang bersama Liam Dirga dan Bambam.
"Lemah lu." balas Zayden.
"Bangsat Lo, layang-layang Lo nutupin ketampanan gue, mana besar kaya harapan gue ke dia lagi." ucap Daren kesal.
"Yang nyuruh Lo berharap siapa?" ledek Zayden.
"Bacot Lo, ambil gak layang-layang Lo kalau gak gue buang ni." kesal Daren.
"Iya-iya, sini." ucap Zayden dan langsung mengambil alih layang-layang itu dari tangan cowok itu.
"Sa? Bantuin gue taru minumannya." ucap Bambam kepada Harsa.
"Hmm." balas Harsa membantu Bambam yang membawa dua karton berisi minuman.
Sedangkan yang lainnya mengatur tempat untuk mereka duduk dengan nyaman. Rafandra dan hanya diam dan menatap aksi teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLEOSANA (END)
Teen Fiction"Apa gue masi bisa berharap? Semesta Dunia bukan hanya tentang gue, tapi ini berlebihan! gue kapan!?" Cleosana dan Lukanya.
