Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di kediaman Andara. Rafandra dan Arumi duduk di halaman depan rumah sambil bermain gitar di temani indahnya langit malam yang di terangi bintang dan bulan yang menjadi pelengkapnya. Setelah selesai makan malam, Rafandra mengajak Arumi untuk duduk di halaman depan rumahnya.
Arumi hanya menatap tangan Rafandra yang fokus memetik senar gitar, Rafandra yang melihat itu pun menghentikan aktivitasnya dan menaruh gitar tersebut.
"Jangan terlalu banyak pikiran itu akan menggangu kesehatan kamu," ucap Rafandra mengangkat pandangan gadis itu agar menatapnya.
"Kenapa? Hmm," tanya Rafandra dan Arumi hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Lagi mikirin apa?" tanya Rafandra lagi namun Arumi hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu Masi marah sama kejadian tadi?" tanya Rafandra berusaha untuk sabar.
"Nga," jawab Arumi.
"Terus?" tanya Rafandra.
"Tiba-tiba aku kepikiran mama sama papa aku," jawab Arumi.
"Tandanya mereka juga sedang mikirin Kamu. Skrang kita berdoa buat mereka," ucap Rafandra.
Arumi pun mengiyakan dan ia menutup matanya kemudian mengarahkan tangannya untuk berdoa mengeluarkan segala yang risau di hatinya. Rafandra yang menatapnya berdoa dengan khusyuk pun ikut mengangkat tangannya untuk berdoa. Beberapa saat pun berlalu gadis itu mengaminkan doanya lalu membuka matanya perlahan ia menatap cowok di sampingnya yang juga ikut berdoa. Rafandra yang membuka mata dan mendapati gadis disampingnya menatapnya pun bersuara.
"Udah doanya?" tanya Rafandra.
"Udah," jawab Arumi.
"Udah lega?" tanya Rafandra lagi.
"Iya," jawab Arumi singkat.
"Kamu tadi doa apa?" tanya Arumi.
"Aku minta restu dan ijin sama tuhan dan juga kedua orang tua kamu, untuk menikah denganmu," ucap Rafandra jujur.
"Semoga di restui, ya?" ucap Arumi.
"Pasti di restui, lah," balas Rafandra.
"Iya deh," jawab Arumi dan mereka pun terkekeh pelan.
Rafandra menatap Arumi dalam. "Cle? Kamu tau gak? Salah satu hal yang paling aku gak suka dalam hidup?"
"Apa?" tanya Arumi.
"Ketika aku lihat kamu berdua sama cowok lain," ucap Rafandra.
"Tapi dia temen aku, Ndra," balas Arumi.
"Tetap gak boleh. Boleh aja tapi harus sama aku," ujar Rafandra.
"Kamu egois," ucap Arumi.
"Bukan egois, Cle. Tapi mencegah kemungkinan yang akan terjadi," ucap Rafandra.