43. Malam ini bahagia, Cle.

205 6 0
                                        

"Sa? Rafandra tadi kesini gak?" tanya Jupiter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sa? Rafandra tadi kesini gak?" tanya Jupiter.

"Gak." jawab Harsa simpel.

"Pasti dia lagi di club." monolog Jupiter.

"Kalau nyokap bokapnya tau anaknya gak pernah masuk dan setiap hari mainnya di club, Rafandra bisa di pindahkan ke Australia." ucap Darpa.

"Orang tuanya kan di Australia, jadi amanlah, skarang yang intinya kita bujukin tu anak balik ke sekolah." tambah Rivan.

"Lo yang bujukin." ucap Zayden kepada Rivan.

"Oh tidak, membujuknya sama aja serahin nyawa ke harimau, Lo aja deh, Lo kan belum dapat bagian." balas Rivan.

"Ngapain gue deketin bahaya, gue mah cinta damai." timpal Zayden.

"Diam Lo berdua!" tegur Jupiter membuat keduanya terdiam.

Hening.... mereka semua sibuk dengan pikirannya masing-masing hingga pada akhirnya Bambam membuka suara.

"Gimana cara kita buat tu anak balik ke sekolah, kalau dia tidak balik ke sekolah dalam waktu dua hari, pihak sekolah akan menghubungi orang tuanya." ujar Bambam.

"Entahlah." jawab Darpa sambil mengajar kedua bahunya.

"Biar itu urusan gue." ucap Liam mengalihkan fokus mereka semua.

"Gak kapok Lo dihajar sama dia?" tanya Darpa.

"Kali ini bukan gue yang bertindak." jawab Liam.

"Maksud lo?" tanya Darpa.

Liam berdiri dan merapikan jaketnya kemudian mengambil kunci mobilnya seperti ingin pergi.

"Lihat aja nanti." jawab Liam dan langsung pergi.

"Tu anak emang suka kasi teka teki, bikin orang penasaran aja." ucap Rivan kemudian memakan kacang.

"Jangan-jangan?" ucap Zayden membuat mereka menatapnya serius.

"Apa?" tanya mereka.

"Gak tau." jawab Zayden simpel, detik itu juga membuat mereka semua melemparnya dengan kacang.

"Kampret Lo." kesal Rivan.

****

Liam berjalan ke rumah Arumi setelah sampai didepan pintu rumah ia kemudian menghela nafas beratnya lalu membuangnya sebelum mengetuk pintu.

"Assalamualaikum." salam Liam namun tidak ada jawaban.

"Assalamualaikum." salam Liam lagi.

"Wa'alaikumsalam, bentar." jawab seseorang dari dalam.

Pintu pun terbuka menampilkan seorang cewek dengan piyama tidurnya, Arumi kaget ketika mendapati Liam yang berdiri di depan pintu rumahnya.

"Liam?" ucap Arumi.

CLEOSANA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang