"Aku percaya bahwa dibalik kegelapan ada cahaya yang menanti untuk menerangi jalan baru, membawa kita kepada kebahagiaan yang sejati, gue sangat berharap, Cle."_Rafandra
****
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rafandra pun menurunkan Arumi tepat di hadapan kepala kantor KUA beserta stapnya yang sedang bekerja, semua orang yang melihatnya pun bingung, kenapa bisa sepasang pelajar dengan seragam malah nyasar di kantor KUA ini, itulah yang dipikiran mereka, Arumi sangat malu ketika semua orang menatap mereka.
"Bukan muhrim." ucap kepala KUA.
Mendengar itu Arumi pun melepaskan genggaman tangan mereka, sungguh ia sangat malu hari ini.
"Kenapa kalian tidak ke sekolah malah kesini? Apa ada yang bisa kami bantu." tanya kepala KUA.
"Mau nikah." jawab Rafandra santai.
Semua orang yang mendengarnya begitu syok, melihat tatapan aneh mereka membuat Rafandra berdehem kemudian berucap.
"Ekhem, mau wawancara tentang pernikahan dalam Islam, untuk tugas agama kalau tidak bisa tidak masalah kami akan pergi." dehem Rafandra kemudian berucap.
"Oh tugas sekolah ternyata, tentu bisa." ucap kepala KUA itu.
"Tapi sepertinya babak sangat sibuk, kami akng datang lagi jika pasangan saya sudah siap, ahh, maksudnya ketika bapak memiliki waktu luang." balas Rafandra.
"Iya klien saya hari ini sangat banyak, tapi karena kalian memiliki tugas sekolah, jadi saya akan membantu, mungkin, kalian bisa wawancara dengan bawahan saya, gimana?" ucap kepala KUA.
"Hm, di sini tertulis harus sama kepalanya." ucap Rafandra.
"Yasudah, kalian bisa datang nanti." ucap kepala KUA.
"Kami pergi, assalamualaikum." ucap Rafandra kemudian menarik tangan gadis itu berjalan keluar.
"Wa'alaikumsalam, dasar anak jaman sekarang." ucap kepala KUA itu menggelengkan kepalanya.
Arumi melepaskan tangannya kasar dari genggaman Rafandra ketika mereka sudah keluar kemudian menatap jengah ke arah cowok itu yang terlihat santai.
"Berhenti ngelakuin hal bodoh kaya gitu." marah Arumi.
"Gue bisa lakuin lebih dari itu." jawab Rafandra santai.