24. Hari ini tentang kita

187 6 0
                                        

"Terkadang gue iri ngeliat orang yang dirangkul oleh keluarganya, sementara gue hanya bisa tersenyum saat hati terluka dan menangis ketika semesta, sedang jahat-jahatnya,"_Arumi

****

"Makasi bi," ucap Arumi dan meminum susu yang di bi Sila.

"Iya, dihabiskan susunya biar sehat," balas bi Sila.

"Iya bibiku," senyum Arumi.

"Rum? Gimana semalam mereka baik-baik kan sama kamu?" tanya bi Sila hati-hati.

Arumi membuang napas beratnya. "Arum capek bi, papa kayanya gak suka banget sama Arum, papa gak anggap Arum sebagai anaknya, Arum hanya pengganggu bagi kehidupan mereka."

"Jangan ngomong gitu Arum itu anak baik, cuman papa aja yang bodoh karena menyia-nyiakan anak sebaik dan pintar kamu," ucap bi Sila memeluk gadis di sampingnya dengan sayang.

"Gak usah sedih, ingat, bibi selalu bersama kamu," ucap bi Sila menenangkan gadis itu. "jika kebahagiaan bisa di beli, akan bibi beli buat kamu."

Tanpa di sadari seseorang sejak tadi memperhatikan mereka dengan wajah tanpa ekspresinya berjalan mendekat ke arah mereka.

"Manja banget," ucap Rafandra yang tiba-tiba muncul di hadapan keduanya dan mengalihkan atensi mereka.

"Ngapain Lo disini? Dan sapa juga yang manja," balas Arumi menatap jengah cowok itu.

"Eh Rafandra, mau ketemu Arum ya?" tanya bi Sila.

"Iya bi."

"Yaudah bibi kebelakang dulu, mau masak," ucap bi Sila.

"Iya bi."

Arumi menatap cowok di depannya yang menatapnya juga, Arumi pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, melihat hal itu Rafandra tersenyum.

"Bisa salting juga," kekeh Rafandra.

Arumi menatapnya jengah. "Gak!"

"Ikut gue mau ga?" tanya Rafandra.

"Kemana?" tanya Arumi.

"Belum tau, emang Lo mau ke mana?" balas Rafandra.

"Gak tau," ucap Arumi.

"Keliling Jakarta mau gak?" tanya Rafandra.

"Boleh," balas Arumi.

"Yaudah sana siap-siap," ucap Rafandra dan gadis itu pun mengangguk dan bergegas pergi menggantikan pakaiannya.

Beberapa menit kemudian Arumi keluar dengan penampilan yang santai tapi tidak bosan untuk di pandang. Rafandra menatap gadis itu, kenapa dia terlihat cantik setiap hari bahkan setiap saat.

"Ayo," ajak Arumi.

"Hm."

Mereka berdua keluar berjalan beriringan menuju motor cowok itu yang terparkir gagah didepan rumah. Rafandra pun naik ke motornya dan menghidupkan mesin motor setelah itu Arumi naik dan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.

Seiring perjalanan mereka bercanda dan tertawa ria, Rafandra memperkenalkan setiap sudut isi jakarta kepada gadis yang di boncengannya, sampai tak terpikirkan hari sudah mulai gelap.

Di atas motor Rafandra menatap ke langit yang gelap, kemudian tersenyum sembari mengambil tangan Arumi dan Taru di pinggangnya, Arumi yang dapat perlakuan itu pun menaruh kepalanya di pundak Rafandra dan mengeratkan pelukannya.

"Cle? Hari udah mulai gelap, tapi percayalah, gelapnya gak bertahan lama," ucap Rafandra.

"Kenapa?"

"Karena ada malam, pasti ada siang, ada hitam, pasti ada putih, ada sedih, pasti ada senang, ada luka, pasti ada kebahagiaan dan yang paling penting ada Cleosana pasti ada Rafandra," ucap cowok itu sembari terkekeh pelan.

CLEOSANA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang