Andre: "ugh! Kalian jangan pergi! Diluar berbahaya!"
Taufan: "tidak-! Kak Andre minggir! Biarkan kami lewat! Lagipula aku mencium bau darah saat angin berhembus!!"
Andre: "apa-.."
Thorn: "ayolah kak Andre, percayalah pada kami. Aku merasa sedikit resah karena pohon dan tumbuhan disekitar sini seperti gelisah."
Kenapa dengan mereka?!
Diluar berbahaya, kenapa pula mereka bisa merasakan hal itu?
Namun aku tetap menggelengkan kepala menolak gagasan mereka untuk keluar dari tempat ini.
Andre: "diluar berbahaya!"
Suara Andre tegas dan menuntut. Keputusannya sudah bulat. Tidak akan membiarkan adik-adik nya keluar dari tempat ini. Dunia ini berbeda dengan dunia yang sebelumnya mereka kunjungi. Jadi wajar bagi Andre untuk waspada pada dunia baru seperti ini.
Aku menatap mereka berdua dengan sedikit campuran iritasi dimataku.
Namun aku baru sadar.
Andre: "dimana Blaze?-..."
Tubuh Andre langsung merinding kala ada yang menyentuh kupingnya dari belakang.
Bukan cuping manusia, melainkan kuping rubah yang entah kapan sudah muncul di atas kepalanya. Namun, ini memang salah Andre. Telinga rubahnya keluar saat dia mempertahankan diri untuk menghalangi mereka tidak keluar. Membuat — tanpa sadar – kuping itu keluar dengan sendirinya.
Andre: "hentikan… Blaze-"
Blaze: "oh! Ini lembut!"
Permintaan Andre hanya jatuh ke telinga tuli.
Setiap sentuhan Blaze pada telinga rubah itu membuat tubuh Andre gemetar dan merinding. Bisa dikatakan bahwa itu, adalah tempat sensitif jika disentuh.
Taufan: "hei! Aku juga mau pedang— oh! Ekor!"
Dan keberuntungan Taufan bisa dapat mengelus — memeluk – ekor berbulu milik Andre.
Thorn: "kak Taufan, Thorn juga mau!"
Andre kewalahan karena bagian nya yang sensitif malah di sentuh sama ni tiga orang.
Andre: "kalian, tolong hentikan!"
Blaze: "kenapa? Ini kan lembut kaya telinga kucing! Walau agak keras sih. Tapi tetap lembut."
Andre menggigit bibir bagian dalam nya karena diserang seperti ini.
Oh, manusia hewan atau sejenisnya. Sekarang aku tau perasaan kalian jika semua ini disentuh secara bersamaan.
Sialan.
•
•
•
•
•
•
Setelah itu, yang terasa seperti siksaan bagi Andre pun berakhir karena diselamatkan oleh nada dering.
Thorn melihat ke arah jam tangan replika yang dibuat oleh Solar. Jam yang membawa kami kesini, ulah dari jam itu.
Thorn langsung menyalakan nya.
Sebuah layar muncul untuk memperlihatkan Solar dan di belakangnya adalah Halilintar yang sedang mengusap rambutnya dengan handuk. Karena dia memang habis selesai mandi.
Halilintar: "kalian punya hewan peliharaan?"
Andre: "sembarang!"
Halilintar sebenarnya sadar. Hanya yah…. Begitulah, kalo ga jahil itu tidak seru.

KAMU SEDANG MEMBACA
NYASAR!!!
FantasyOVA [Jika Boel memiliki kakak laki-laki] Awal nya sih cuma beresin barang-barang di laboratorium milik Solar. Tapi karena kejahilan TTM, membuat mereka harus berada di sebuah tempat yang tidak mereka ketahui. Andre: ampun dah. . . GIMANA BALIK NYA I...