Budayakan vote sebelum baca!
Happy Reading
*
*
"Jadi malam ini adalah acara pertunangan Leon dan Alesha," kata Edwin
Alesha membulatkan matanya, apa? pertunangan? kenapa begitu mendadak? kenapa ia tak diberitahu sebelumnya?
"Apa pah? pertunangan?" tanya Alesha memastikan.
Edwin tersenyum tipis, "Iya."
Alesha sekali lagi dibuat bingung, perasaannya campur aduk sekarang marah, bingung.
Alesha bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar meninggalkan mereka semua. Akhirnya Leon mengejar gadis itu, mau bagaimanapun Alesha akan menjadi tunangannya.
"Alesha!" teriaknya memanggil Alesha.
Alesha berbalik dengan wajah cemberutnya, Leon mendekati gadis itu, "Gue tau lo ga suka di jodohin, apalagi tanpa persetujuan dari lo, gue sebenernya juga ga mau, tapi mamah papah bersikeras untuk jodohin lo sama gue," terangnya kepada Alesha.
"Tapi apa alasannya?"
"Gue sempet denger pembicaraan mereka pas di kantor, katanya untuk kerja sama antar perusahaan," terangnya lagi.
Alesha menggeleng tak percaya, bisa bisanya Edwin menjodohkannya dengan Leon untuk urusan perusahaan, apalagi tidak ada satu orangpun yang memberitahunya.
"Sekarang ayo masuk ke dalem, angin malem dingin loh," ucapnya seraya merangkul pundak gadis itu.
Alesha yang dirangkul hanya terdiam pasrah, dan ia kembali lagi ke meja makan dengan wajah yang masih cemberut.
Leon merogoh saku kemejanya, lalu mengeluarkan kotak merah yang berisi sepasang cincin.
Mereka berdua bertukar cincin, dengan senyuman terpaksa yang Alesha berikan, pasrah itu yang ia lakukan sekarang.
Setelah berfoto, makan makanan penutup dan semua acara telah selesai Alesha keluar lalu duduk dan memandangi langit, ia menghembuskan nafasnya kasar, "Apa gue harus bilang ke Aksa?"
"Tapi gue takut dia marah."
Leon menghampiri gadis itu, ia memandangi langit yang begitu indah.
"Leon? Tolong jangan kasih tau ke siapapun tentang perjodohan ini," pinta Alesha yang menyadari Leon berada di belakangnya.
Leon tersenyum tipis, "Iya."
***
Malam berlalu, gadis itu mendengus kesal atas apa yang terjadi semalam padahal ia sangat berharap itu mimpi tapi di jarinya terdapat cincin yang terpasang, menandakan itu semua benar-benar terjadi.
Ia memakan roti di depannya dengan tatapan kosong, ia masih marah dengan semuanya, kenapa Abang yang sangat dekat dengannya juga tidak memberitahunya?
Setelah makan, Alesha memakai sepatunya lalu mengambil tasnya yang sebelumnya sudah ia taruh di sofa, tak lupa ia melepas cincin tunangannya itu agar tidak dicurigai oleh siapapun.
"Sayang, mau papah antar?" tanyanya kepada Alesha.
Alesha hanya menggeleng, dengan wajah yang tidak seperti biasanya ia beranjak pergi dari rumahnya.
***
Alesha berjalan di Koridor sekolahnya sembari terus mendengus kesal, ia begitu menyesal menerima pertunangan tadi malam.
"Ck, kenapa gue terima sih!" keesalnya dengan wajah cemberut.
"Baa! Halo maniezzz," teriak Angkasa dari samping mengagetkan Alesha.
KAMU SEDANG MEMBACA
QUEEN'S LIFE [COMPLETED]
Fiksi RemajaBercerita tentang seorang gadis cantik yang ditemukan di sungai, lalu di adopsi oleh ketua mafia. Suatu hari dia berpindah tubuh ke tubuh kembarannya yang sudah lama ia rindukan. Saat menempati tubuh kembarannya, dia harus membongkar kejahatan Lia...
![QUEEN'S LIFE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/335514414-64-k307492.jpg)