Akhir itu nggak selalu menyedihkan.
_____________________
Akhir dari Semuanya
Rayyan menangis, merasakan kesedihan yang amat dalam ketika ia harus kehilangan adik perempuannya. Dulu, ia sudah kehilangan adik perempuan dan kini lagi, kejadian itu seakan terulang kembali.
Sementara Algara dan Vero sampai saat ini belum mengatakan yang sebenarnya kepada Rayyan. Namun, hari ini Algara dan Vero memutuskan untuk menemukan Rayyan dan Queen, karena saat ini Queen sudah terbangun dari komanya dan dia sudah dapat berbicara normal meski agak terbata.
"Gua mau nunjukin sesuatu yang mungkin nggak bakal lo percaya, Bang." Algara menyeret tangan Rayyan untuk masuk ke dalam mobilnya, karena Rayyan sudah muak dengan ocehan Algara yang tidak jelas itu Rayyan sekarang hanya menurut. Ia duduk di kursi penumpang. "Rules–nya cuman satu, lo nggak boleh nyela waktu kita lagi njelasin sesuatu," kata Algara lagi yang membuat Rayyan menaikkan satu alisnya.
Mobil Algara berhenti di depan mansion besar milik Vero. Mereka berdua turun. Rayyan hanya diam dan mengikuti kemana lelaki di depannya itu pergi. Sampai mereka sampai di depan ruangan. Algara mempersilahkan Rayyan untuk masuk terlebih dahulu, lalu lelaki itu mengangguk.
"Hai, A–abang. A–aku Queen Alexa Alexander." Suaranya terdengar lirih saat ia menyapa Rayyan yang baru masuk ke kamarnya. Rayyan mendekat, alisnya mengkerut. "I–iya, a–aku kembaran A–Alesha."
Rayyan diam, ia menggelengkan kepalanya tak percaya. Benar, wajahnya sangatlah mirip. "Tolong, tolong jelasin semuanya, gua nggak ngerti." Rayyan melihat ke arah Vero, dia tahu kuncinya ada di Vero.
"Iya, seperti yang lo denger sendiri, Bro. Dia itu Queen—ah, maksud gua Alexa, soalnya gua sendiri manggil dia Queen. By the way, waktu itu gua nggak sengaja nemu bocah hanyut di sungai, karena gua pengin banget punya adik perempuan, akhirnya Queen gua angkat sebagai adik dan anak papah." Vero mengambil nafasnya. "Masih banyak cerita yang lain, mungkin Al bisa jelasin." Vero melirik ke arah Algara.
"Queen ini kecelakaan, Bang. Bertepatan sama Alesha yang juga waktu itu kecelakaan. Queen koma, jiwanya masuk ke raga Alesha yang terbaring kritis di rumah sakit saat itu. Queen sempet kok ketemu sama Alesha dalam mimpi, kata Queen dia bilang harus nyelesain masalah Alesha biar Alesha tenang," jelasnya panjang. "Alesha cuman mau bilang kalo Alesha itu nggak terlibat dalam kejadian waktu Queen hanyut, terus mama tiri Alesha itu sebenernya cuman ngincer harta papa aja."
Rayyan melihat ke arah Queen. "Kamu, adik aku? Kamu beneran Alexa?"
"honestly, aku lebih suka di panggil Queen. Dan iya, a–aku kembaran Alesha. Ma–makanya waktu pulang dari rumah sakit itu, sedikit berbeda." Queen tersenyum. "Abang kaget kan waktu liat Alesha bisa naik moge? Itu bukan Alesha, tapi itu aku."
Rayyan mendekat, menyentuh tangan adiknya itu. "Maaf."
Satu kata tadi, berhasil membuat bibir Queen terangkat ke atas, tetapi kemudian ia melihat ke arah Rayyan dengan tatapan bertanya. "Minta maaf buat apa, Bang?"
"Abang udah tutup mata selama ini, abang nggak peduliin adik abang, bahkan abang nggak peduli sama kondisi di rumah kaya gimana." Rayyan menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya. "Kemarin, Abang udah usir mama sama Rafa, abang nggak tau tindakan ini bener atau salah."
Queen kembali tersenyum, ia memegang punggung tangan Rayyan. "Yang abang lakuin itu udah bener, kok. Mama sama Rafa emang dari awal cuman pengin harta papa, waktu papa nggak ada aja mereka biasa-biasa aja." Queen tersenyum sendu. Keduanya diam beberapa saat sampai Queen teringat akan Angkasa. "Bang Vero, Angkasa baik-baik aja, kan? Gue mau ketemu sama dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
QUEEN'S LIFE [COMPLETED]
Fiksi RemajaBercerita tentang seorang gadis cantik yang ditemukan di sungai, lalu di adopsi oleh ketua mafia. Suatu hari dia berpindah tubuh ke tubuh kembarannya yang sudah lama ia rindukan. Saat menempati tubuh kembarannya, dia harus membongkar kejahatan Lia...
![QUEEN'S LIFE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/335514414-64-k307492.jpg)