27

1K 36 0
                                        

Suasana di kota Swiss ini terlihat begitu damai, terlihat seorang pria tampan berjalan kaki sambil memegang paper bag berisi roti yang sangat banyak, suasana di sore hari memang sangat hangat di tambah beberpa musisi jalanan yang saat ini sedang memainkan alat musik di tengah keramaian.

*Visualisasi roti yang dia bawa

Pria tampan itu berhenti di hadapan musisi yang saat ini sedang memainkan gitar acoustic nya dan menatap pria manis yang saat ini sedang bernyanyi begitu merdu memakai piyama rumah sakit yang dia kenali terlihat dari tangan pria manis itu saat ini...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pria tampan itu berhenti di hadapan musisi yang saat ini sedang memainkan gitar acoustic nya dan menatap pria manis yang saat ini sedang bernyanyi begitu merdu memakai piyama rumah sakit yang dia kenali terlihat dari tangan pria manis itu saat ini masih terbalut dengan perban yang tidak terlalu tebal


"each day goes by and each night, I cry somebody saw you with her last night, you give me your word don't worry about her you might love her now, but you loved me first. Said you'd never hurt me but here we are oh, you swore on every star... how could you be so reckless with my heart"

Reckless – madison beer

*Setiap hari berlalu dan setiap malam aku menangis

seseorang melihatmu bersamanya tadi malam,

anda memberi saya kata-kata janan khawatir tentang dia,

Kamu mungkin mencintainya sekarang,

tapi kamu mencintaiku lebih dulu

katanya kamu tidak akan pernah menyakitiku tapi ini dia..

oh kamu bersumpah pada setiap bintang ,

bagaimana kau bisa begitu sembrono dengan hatiku*








"woohh... prrfftt" beberapa orang bersorak kepada pria manis itu yang selesai dengan nyanyiannya



"wow.. suara mu begitu merdu" teriakan dari orang lain
Benar, suara pria manis itu sangatlah merdu.




Terlihat pria manis itu berbalik dan tersenyum lebar ke arah pria tampan yang memperhatikannya dengan paper bag yang penuh roti






"hah.. aku" ucap pria itu menunjuk dirinya saat pria manis itu tersenyum lebar ke arahnya dan mendekatinya.





"halmoni... aku sangat malu" ucap pria manis itu menghampiri seorang nenek di belakang pria tampan itu





"suara emas mu masih seperti yang dulu chan-ah.." ucap nenek di belakang pria tampan itu dan merangkul cucunya





LOVE AT THE OFFICE (MARKHYUCK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang