Rakha sudah sejak tadi selesai makan, sedangkan Alin? Nasinya saja masih separuh piring.
"Lo lama banget dah"
Alin tak mendengarkan Rakha ia terus saja mengunyah tanpa memperdulikan orang yang ada di hadapannya. Baru kali ini Rakha dibuat menunggu, biasanya ia yang selalu di tunggu.
Suapan terakhir, Alin tersedak. Rakha buru-buru memberinya minum.
"Pelan-pelan bisa?"
Alin ingat kalo pak Dani orangnya pelupa. Kira-kira pak Dani udah belum ya bilang sama papa. Alin mengeluarkan handphonenya. Lalu mengirim pesan kepada celano, tak lama handphonenya berbunyi, ada balasan dari papanya.
Sudah, tapi bukan pak Dani yang bilang. calon menantu papa yang bilang.
Alin kembali tersedak setelah membaca balasan dari celano dalam hatinya. Rakha kembali memberinya air minum.
"Lo kenapa?"
"Gak papa"
"Oh"
Menantu? Siapa? Gue kan gak punya pacar. Gak mungkin dia kan? Tapikan cuma dia yang nganggep gue pacarnya, sedangkan gue enggak. Ah yasudahlah yang penting papanya tau ia kemana.
"Lo tau kejadian tadi?
"Di kantor bokap Lo?"
"Hm"
"Tau"
"Lo tau gue anaknya dia darimana?"
"Lo gak perlu tau gue tau darimana, yang jelas gue bakal bantu lo siapa yang udah nyebarin foto itu"
"Kenapa Lo mau bantu gue?"
"Ya karna Lo pacar gue"
"Gue gak nganggep Lo pacar gue"
"Oke kalo gitu gue bakal bikin Lo jatuh cinta sama gue"
"Emang Lo cinta sama gue?" Tanya Alin.
"Iya" jawab Rakha.
Alin menaikan sebelah alisnya.
"Kita baru kenal dan Lo udah cinta sama gue?"
"Iya"
"Gila, segampang itu Lo jatuh cinta?"
"Gak gampang, dan gue emang baru kali ini suka sama orang. Dan Lo beruntung bisa di sukain cowok segnteng gue"
"Dih"
"Dih" balas rakha.
"Gue mau Lo tutup mulut tentang apa yang Lo tau"
"Tentang Lo?
"Hm" jawab Alin.
"Tapi kayaknya gak lama lagi bokap Lo bakal speak up tentang hal ini"
Alin mengerutkan dahinya.
"Lo kok"
"Gak jadi" balas rakha cepat.
"Apa yang gak jadi?. Lo tau sesuatu?"
"Enggak. Udah kan? ayo pulang"
"Jawab dulu Lo tau sesuatu?"
"Lo kok jadi cerewet gini?"
"Lo juga"
"Enggak"
"Jadi jawab dulu. Apa yang Lo tau?"
"Gak ada Alin"
Rakha berjalan mendahului Alin. Dengan sedikit jengkel Alin mengikuti Rakha dari belakang. Pada saat berjalan menuju motornya Tiba-tiba saja terdengar suara motor yang begitu kencang melewati keduanya. Rakha buru-buru menarik Alin agar tidak terkena cipratan air yang disebabkan motor tersebut. Alin terkejut saat Rakha menariknya tiba-tiba Punggung Rakha basah akibat cipratan air itu. Rakha meringis karna rasa perih di punggungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gralind
Novela JuvenilDi titik juang yang sama Menetap di satu tempat singgah Diberi banyak persamaan dari semesta Juga sesekali di temukan tiba-tiba Akankah semesta membuka percakapan kita? Ketika takdir menyatukan perbedaan Apa itu alasan semesta menyamakan? Penasaran...
