Yang kangen Yerina sama Mark, ayo absen :)
.
.
.
Tidak disangka, waktu ujian ternyata bukan di depan mata lagi. Tapi, Yeri sudah hampir melewati satu minggu pertamanya. Ada sekitar 3 hari sebelum dirinya nanti mulai libur beberapa hari. Sebetulnya, jurusan TKJ memiliki mapel lebih banyak untuk diujikan, jadi untuk jurusan lain seperti TKR memiliki lebih banyak waktu luang.
Bahkan, hari ini Yeri tengah duduk di depan koridor ruang radio, menunggu Boban yang membawa kunci ruangan-- dan belum keluar sejak tadi. Harusnya Yeri meminta kunci lebih dulu alih-alih menunggu cowok itu datang.
Ia mendesah panjang, menggoyangkan kakinya yang tak menapak ke tanah akibat kursi yang cukup tinggi itu. Lama berkutat dengan laman media sosialnya-- ia tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Troy Emmanuel.
Kira-kira apa nama instagram cowok itu?
Sembari bersenandung pelan Yeri mulai mencari nama Troy Emmanuel. Barangkali ia bisa menemukan akun cowok itu.
"Gila sih kalo manusia cakep kayak dia nggak punya instagram," bibirnya bergumam pelan.
Mata dan jarinya sibuk memindai satu persatu dari banyaknya nama akun yang muncul setelah ia mencari Troy Emmanuel. Bahkan ia menjadi abay ketika seseorang berjalan mendekat tanpa suara.
Mark jadi berkacak pinggang. Kemudian duduk di sisi Yerina, agak menyerong, lalu meletakkan kepala di bahu kiri gadis itu.
"Capek," Katanya sembari menghirup parfum Yerina yang manis. Sementara gadis itu jadi mengusap sisi wajahnya tanpa menoleh sedikitpun. Masih saja sibuk mencari-cari Troy.
Mark masih bergeming, tapi kini tangannya bergerak memainkan rambut gadis itu. Memilinnya beberapa kali. Meski begitu, Yerina betulan sibuk. Tidak mengomel seperti biasanya.
"Troy aja terus," Katanya dengan nada jengkel.
Lebih baik Yerina mencari akun milik idol atau artis siapapun, daripada Troy Emmanuel. Cowok itu sudah mengganggunya di rumah, apakah ia juga harus mengganggu quality time nya juga dengan Yeri?
Jujur, Mark memang cemburu. Dia tidak suka. Terlebih dia Troy! Kayak nggak ada cowok lain aja.
"Astaga.. Pengen aja gitu tau tentang Troy," Yeri menggerutu. "Lagian, kenapa setelah liat dia aku merasa familier?"
Yeri menghela napas pelan, membuat kepala Mark agak berguncang. Lalu cowok itu mencibir pelan.
"Kamu ngerasa dia mirip seseorang nggak sih?"
Mark kembali menegakkan tubuh. Menatap gadis di depannya itu dengan hela napas panjang. Dan selanjutnya mendapati Yeri menoleh dengan mata berkilat dan bibir naik beberapa senti.
"Kamu tuh nggak suka banget sih sama Troy? Dia punya salah apa sama kamu ih?!" Yeri marah-marah. Apalagi dia tengah berada di fase Pra menstruasi syndrom.
Banyak! Banyak banget!
Mark menarik napas panjang, mengacak rambut belakangnya. Ia kemudian berdiri menatap gadis mungil itu yang akan murka sebentar lagi.
"Mau ke Onemis nggak? Atau ke kafe baca lagi?" tawar cowok itu sudah lelah.
Yeri mendengus kecil, melirik kekasihnya lagi. "Nanti baru pesen kamu udah dicariin Elsa," ia melipat lengan di depan dada. "Males banget,"
"Nggak. Musim ujian kantor osis tutup," ujarnya sembari menyelipkan rambut Yerina ke belakang telinga.
Gadis itu agak mendongak, bibirnya mengerut dengan mata mengerjap malas. "Biar ini nggak marah-marah terus," Mark menyentuh bibir Yeri dengan ujung telunjuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fur Eye ✓ [MARK | YERI]
Teen FictionR[16+] #TechnoUniverse Yerina yang percaya dengan mitos kuno selalu yakin jika seseorang merindukannya. Berbekal bulu mata yang jatuh, Yeri tetap memaksakan diri. Menganggap seseorang pasti merindukannya. Kemudian ia bertemu Mark Endaru yang jelas m...
![Fur Eye ✓ [MARK | YERI]](https://img.wattpad.com/cover/266227295-64-k869369.jpg)