'48

4.7K 157 0
                                        

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَب

"Semakin kamu berharap kepada selain Allah, maka semakin Allah jauhkan harapan tersebut darimu."

Arroyyan Dylan Alfariqzi

zauji gus Dylan
karya : fadillah aulia


༼ つ ◕‿◕ ༽つ༼ つ ◕‿◕ ༽つ༼ つ ◕‿◕ ༽つ

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Shakeela terbangun saat tengah malam dan menyadari Gus Dylan tak berada di samping nya. Shakeela duduk sejenak mengumpulkan separuh nyawa nya sampai telinga nya menangkap suara benda terjatuh di dapur. Shakeela pun beranjak dari kasur untuk melihat sumber suara tersebut.

"Mamas? Ngapain malam-malam
di dapur? Mamas laper?"

"Haus" Jawab Gus Dylan sedingin balok es sambil meletakkan sebuah cangkir yang tak sengaja ia jatuhkan tadi.

Shakeela menghela nafas, menunduk sambil mengusap-usap perut nya yang sudah membesar.

"Abi mu kenapa lagi ya nak? Dingin banget sama umma mu ini"

Gus dylan berbalik, menatap Shakeela yang tengah tertunduk lesu."Karna umma itu susah banget disuruh minum susu"

"Kan Shakeela udah bilang sama mamas kalo Shakeela gak suka susu. Masa harus di paksa minum susu ibu hamil sih, ntar mual gimana?"

"Bilang aja males, mamas tau sendiri kalo kamu paling suka susu"

Shakeela tercekat, berpura-pura memegangi perut nya. Gus Dylan panik langsung menahan tubuh Shakeela.

"Perut kamu sakit lagi? Ayo kita balik lagi ke kamar, istirahat"

Shakeela menggangguk dan berjalan perlahan sambil di tuntun Gus Dylan. Berpura-pura sakit padahal hanya ingin menghindari perdebatan yang sudah pasti ia akan kalah.

"Gak berasa si gembul udah 7 bulan, insyaallah gembul bakal keluar dari perut kamu 2 bulan lagi. Mamas udah gak sabar," gumam Gus Dylan, menempelkan telinga nya di perut Shakeela. Merasakan bayi yang menendang-nendang di dalam sana.

"Emm, kapan kita buat pengajian 7 bulanan mas?"

"Secepatnya, lusa juga boleh"

"Tapi Shakeela mau buat pengajian nya di Bandung, pesantren Nurul Furqon"

"Gak bisa sayang"

"Kenapa mas? Udah 5 bulan kita gak kesana. Pesantren juga belum di buka untuk publik, Shakeela mau kita bareng-bareng kelola pesantren itu lagi seperti amanah Abi sama ummi mas"

Gus Dylan memindahkan posisi tubuh nya dan memasukkan Shakeela ke dalam pelukan nya.

"Untuk saat ini, kita di Jogja dulu ya"

"Sampai kapan mas?"

"Besok jadi check up kandungan kan?"

"Gatau males"

"Hmm"

•••••••

"Ke kiri dikit dok ke kiri"

"Nah itu dok, dikit lagi"

"Stop dok! Stop!"

"Masyaallah anak perempuan umma cantik banget"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Masyaallah anak perempuan
umma cantik banget"

"Persis kayak umma nya"
timpal Gus Dylan, savage.

"Bayi Shakeela sehat kan dok?" Tanya nya mengalihkan pembicaraan.

"Bayi nya sehat, detak jantung nya juga normal. Usia kandungan nya udah masuk 7 bulan 1 Minggu"

"Emm terus kenapa perut shakeela
sering sakit ya dok?"

"Itu karna bayi nya terlalu aktif
dan suka menendang-nendang di perut kamu"

"Bayi nya nendang
jantung saya gitu dok?"

Dokter dan Gus Dylan tertawa tak habis pikir dengan pertanyaan Shakeela.

"Bayi nya cuman nendang perut kamu, mana mungkin dia bisa nendang sampai ke jantung kamu"

"Lagian sakit banget dok, Shakeela sampe bisa nangis kalo si gembul lagi nendang-nendang"

"Itu karna kamu masih pertama kali hamil, jadi masih kaget. Maka dari itu ibu hamil harus banyak-banyak di manja untuk mengurangi rasa sakit nya"

"Harus banyak-banyak
di manja ya dok?" Tanya Shakeela, menatap ke arah Gus Dylan yang tersenyum licik menatap nya.

"Iya, ini saya sediakan vitamin
jangan lupa di minum ya"

"Okeyy dok, nanti saya
minum kalo gak lupa"

"Jangan sampai lupa dong buk,
biar ibu nya sehat, bayi nya juga tambah sehat"

"Sip dok, terima kasih"

"Iya sama-sama"

Shakeela keluar dari ruangan sambil menggandeng tangan Gus Dylan.

"Mau di manja gimana sih, hmm?"

Suara bisikan Gus Dylan menembus gendang telinga Shakeela, membuat darah nya seakan-akan mengalir deras.

"Mamas ih! Kalo ngomong jangan gitu, merinding!"

Gus dylan tersenyum miring.
"Gimana sih sayang, hmm?"

"Mamas jangan gitu! Shakeela gak kuat tau denger nya. Ntar Shakeela pingsan disini loh!"

Gus Dylan tergelak, mencubit
pipi Shakeela yang merona kemerahan."Lucu kamu"

Shakeela tersenyum malu, tak bisa berkata-kata lagi. Ia memang paling tak bisa melewati gombalan Gus dylan.

"Mas"

"Hmm"

"Gembul pengen rujak katanya"

"Yaudah kita beli rujak di
dekat Malioboro ya"

"Komplit sama mangga-

"Tanpa mangga muda"

"Tapi gembul mau nya
pake mangga muda, mas"

Gus Dylan menghentikan kemudi nya, menatap datar wajah Shakeela.

"2 hari lalu kamu nangis-nangis sakit perut karna kebanyakan makan mangga muda kan? Emang mau sakit terus nangis-nangis tengah malam lagi?"

"Mamas ih! Kan dokter udah bilang kalo perut Shakeela itu sakit karna si gembul aktif suka nendang-nendang bukan karna mangga muda! Pliss deh stop nyalahin mangga muda"

"Inti nya rujak tanpa mangga muda tanpa ada penolakan. Kalo gak mau, gak usah beli sekalian"

"Jahat banget sih, emang mamas mau kalo si gembul lahir ileran? Jangan salahin umma ya nak, kalo kamu lahir ileran"

Gus Dylan menghela nafas, melanjutkan kemudi nya.

"Iya, rujak komplit sama
mangga muda tapi sedikit aja"

"Serius mas?"

"Hmm"

"Tapi makan rujak nya
di suapin sama mas"

"Hmm"

"Kok hmm terus sih?"

"Iya sayang ku, cinta ku, surga ku"

"Nah gitu dong!"

Shakeela mencubit gemas hidung Gus Dylan, lalu mengusap-usap perut nya perlahan.

"Maafin umma ya nak, udah fitnah kamu biar Abi mu kasih umma makan mangga muda lagi"

oooOooo

Btw udah udah berapa hari kita gak ketemu ? Hampir setengah bulan wkwk, maaf. Akhir-akhir ini faad di bantai tugas,presentasi dan sejenis nya.

So, faad mau bilang makasih untuk yang masih mau lanjut baca

Love u gaess, assalamualaikum!

ZAUJI GUS DYLAN | END Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang