☕ Autumn and Coffe - Brazil X Fem. Chile

366 18 7
                                        

      Request by senyumanmixue



Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







       Seorang pria menggenggam sebuah daun yang gugur dari asalnya. Daun yang sudah tak bisa menompang lagi pada inang nya. Memilih gugur dengan warna yang tak hijau lagi. Sama seperti dirinya yang sudah kehilangan pijakannya, setelah semua yang ia pertahankan memilih pergi untuk selamanya.

       "Kau manusia terbodoh." Cercanya pada dirinya sendiri.

        "Ehm, maaf tuan. Apakah kau tau halte terdekat di daerah sini?." Tiba- tiba sebuah suara lembut menginterupsi ketenangan semu pria itu

       Si pria bersurai hijau dengan jepit khasnya, menengok ke sumber suara. Nampak wanita dengan surai dominan merah yang di padukan gradasi putih sedikit ada biru yang di ujung rambut nya. Tak lupa pin bintang putih yang ikut menghiasi surai tersebut, wanita itu memakai pakaian santai, tapi terlihat seperti turis tapi entahlah apa pedulinya.

       "Maaf?." Ulang pria itu.

       "Ehm, permisi aku hanya ingin menanyakan dimana halte terdekat di sini?." Ulang wanita itu.

         "Kau lurus saja, lalu tak lama setelah melewati jembatan tak jauh dari sana ada halte." Jelas pria itu seadanya.

         "Terimakasih banyak, ehm–.

         "Hah, sebenarnya tak sopan memberi tau nama kepada orang asing, tapi kau terlihat bulan orang jahat. Aku Brazil." Ucap si pria yang menyambut jabatan tangan wanita itu.

         Dengan canggung si wanita menampilkan senyum nya. "Sekali lagi terimakasih banyak, Brazil. Perkenalkan namaku Chile, dan sampai jumpa. Semoga lain waktu kita bisa berjumpa lagi."

      "Ya, sama- sama " ucap Brazil seadanya.











        Seminggu berlalu, tapi sebuah keberuntungan atau hanya kebetulan saja. Siapa sangka kalau Brazil bertemu kembali dengan Chile. Wanita, ah tidak remaja perempuan yang meminta bantuan padanya saat itu. Kali ini mereka bertemu di toko bakery dan cafe yang baru saja buka.

      "Wah, tak ku sangka. Silahkan melihat- lihat terlebih dahulu." Tawar Chile ramah pada Brazil– pelanggan nya.

       Brazil hanya mengangguk, ia melihat- lihat kue yang berada di etalase kaca di toko bakery ini. Ia akui aroma nya sangat menggoda.

[ A ] Perfect Strangers • Remake [SU] - Close Request Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang