Semua berawal dari teman- teman Indonesia dan Netherland yang terus menjodohkan mereka. Mereka berdua hanyalah orang asing yang di persatukan secara tak sengaja oleh salah satu teman mereka sampai hal itu terjadi. Perjodohan antar teman(?). Hal paling konyol yang pernah dengar dan rasakan sekarang.
"Indo, coba Lo deketin tu tiang listrik. Mumpung lagi kosong." Goda Philippine.
Indonesia merotasi manik zamrud nya, kemudian mendengus. "Lo pikir Kodam apa?." Ketusnya.
"Ah elah, jangan jual mahal gitu dong." Sahut Malaysia semakin menggoda Indonesia.
"Berenti plis, gue makin ngga enak kalo pas lagi kumpul pembahasan kalian selalu begitu." Keluh Indonesia.
Yah, Indonesia selalu mengatakan itu yang nyatanya selalu menjadi angin lalu oleh teman- temannya. Baik dari pihak dirinya ataupun dari pihak Netherland. Beruntung nya, Indonesia saat ini. Orang yang bersangkutan dan topik bulan- bulanan teman- teman nya memasuki kantin bersama antek- anteknya.
"Hah, cobaan apalagi ini." Lirih Indonesia, yang cukup dirinya dengar.
✨
"Lo cemburu?."
Dua kata itu bagaimana petir di siang bolong, tanpa ba-bi-bu Indonesia langsung menatap sangsi sosok tinggi di sebelahnya itu. "Apa maksud lo? Gue cemburu? Ke siapa anjir." Ucapnya telak.
Netherland mengangkat bahunya acuh. "Cuman nebak, soalnya respon lo selalu dingin setiap gue Deket ma cewek."
Indonesia diam membisu. Memilih tak merespon ucapan Netherland. Kembali fokus pada buku novel yang akan dirinya beli.
"Itu hak Lo Deket ma cewek, cuman mungkin pas banget gue lagi di mode badmood." Ucap Indonesia tenang.
Netherland berdeham. Kalau boleh jujur, cowok itu sedikit kecewa. Kecewa? Entahlah, itu yang dirinya rasakan.
✨
"Neth, Lo jadi cowok cupu bet anjing." Hardik Amerika ke sosok yang ada di depannya sembari mengunyah kentang goreng yang dirinya pesan.
"Tau tu, giliran pas si doi punya pacar aja galau. Sekarang pas si doi kosong, malah di mainin." Cibir sosok berushanka itu.
"Jangan mainin perasaan cewe bro." Ucap Polandia.
"Iya, sok iye nyeramahin Spanyol yang lagi ugal-ugalan deketin Philippine. Eh, lu nya malah narik ulur anak orang." Sahut Kanada.
"Gue kasih saran aja, kalo emang mau deketin. Deketin, jangan malah kek gitu. Jujur, sikap Lo tu suka bikin Indo serba salah." Ucap Russia.
Bukan tanpa alasan Russia mengucapkan hal itu, sebab di antara mereka memang Russia lah yang sering mendengar keluh kesah Indonesia. Anggap saja diri nya sebagai penyalur di antara mereka berdua.
"Tapi kalo menurut gue, kalian berdua tu sama- sama keras. Ngga ada yang mau ngalah." Ucap Polandia.
"Heum, benar-benar. Apalagi sekarang kalian berjarak. Baik lo sama indo kayak masang dinding kasat mata. Gue ngga mau ambil resiko kalo Lo sakit hati gegara Indo di deketin cowok lain." Ucap Amerika menunjuk cowok itu dengan kentangnya.
"Yang naksir Indo tu banyak, Neth. Jadi, keputusan ada di tangan lo. Ambil selagi bisa, dan jangan menyesal di kemudian hari." Pesan Kanada.
Netherland menghela nafas. "Kami cuman temen."
"Hahahaha, bullshit bangsat. Kalo mau bohong jangan sama kami anjir." Tawa Amerika dengan nada mengejek nya.
✨
"Lo yakin? Nyerah?." Tanya Philippine.
"Hah, gue capek ma kalian berdua. Sama- sama suka cuman gengsi ma ego nya tinggi banget." Keluh Russia.
"Tapi dari pada bikin Indo serba salah? Lagian ngga ada enak nya hts an." Ucap China selaku kekasih dari Russia.
Mereka semua menghela nafas.
"Gue ngga tau salah gue di mana, cuman gue cukup tersinggung. Dia yang ngehindarin gue duluan tapi kok rasanya gue yang jadi tersangka." Ucap Indonesia lelah.
Philippine dan China menepuk bahu Indonesia. Berusaha menenangkan si gadis.
"Udah ngga usah terlalu di pikirin, lagian Lo bebas sekarang. Cowok ngga cuman 1 masih ada yang lain." Ucap China memberi kata-kata penenang.
"Bener itu, intinya apapun yang kalian pilih kami cuman bisa jadi penyemangat lo." Ucap Philippine walaupun sejujurnya dirinya sedih, sebab kapalnya karam.
"Yah, gini aja. Lo nganggep si Netherland kek biasa aja. Lo Asikin aja kayak pertama kali kenal dia tanpa ada perasaan." Saran Russia.
'Jika segampang itu gue ngga bakalan pusing, tapi nyatanya kalo udah nyaman. Gue ngga bakalan bisa ngelirik yang lain.' batin Indonesia rumyah.
✨
Yang di ucapkan teman- teman Netherland menjadi kenyataan. Indonesia sering di gosipkan dekat dengan seorang cowok. Di tambah, mereka berdua– Indonesia dan Netherland malah semakin berjarak dan dingin(?).
"Anjing, si Indo udah mau punya aja." Komen Amerika saat melihat Indonesia masuk ke area kantin bersama teman cowok nya(?).
"Ya biarin aja sih, lagian kan emang dia ngga ada hubungan sama siapa pun." Ucap Polandia terkesan menyindir Netherland.
Netherland mendengus. Kembali fokus pada makan siangnya. Memilih diam seribu bahasa walaupun teman-teman nya terus memanasi nya.
"Kalo suka ungkapin, jangan di gantung anak orang. Di pikir jemuran." Cibir Russia.
✨
Entah bagaimana cerita nya, kedua manusia yang awalnya akrab itu menjadi asing dengan sendiri. Egois dengan semua pendirian nya. Keukeh dengan mindset yang mereka miliki. Seperti sekarang, setiap mereka berpapasan hanya akan menyapa dan menenggelamkan semua perasaan nyaman yang mereka miliki satu sama lain. Kata-kata bullshit yang selalu mereka pegang teguh.
"Kami cuman temen kok."
Atau...
"Lagian kami juga baru kenal, kalo pun emang bisa Deket nanti juga Deket."
Ya, itulah kata-kata keramat mereka. Hingga mereka harus terjun ke perasaan nyaman dan mengagumi dalam diam. Ego dan gengsi adalah perpaduan yang sempurna bukan untuk menyiksa diri sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
N/A:
Gantung banget tapi kenyataannya memang itu. Jujur ini tu pengalaman Ryu sendiri. Emang ada yang di modifikasi biar kata-kata nya pas. Dan pendek, karena Ryu nyesek sendiri mo di detail in