🌾 Luxury - Germany X Fem.Italy

378 19 2
                                        



Request by FoxxyyWuu




















🌾










Prang-

Sepasang tangan kurus nan kecil itu nampak bergetar. Tubuhnya tak bisa bergerak saat melihat gelas kaca yang biasa dia jadikan media untuk membasuh kuas lukis nya.

"M-maafk-."

"Cukup, Italy. Saya sudah bilang, kalau saya ingin kau meneruskan prestasi saya sebagai seorang pelukis yang terkenal. Bukan sebaliknya, kau malah tertarik pada dunia berpedang. Ingat kau akan menjadi lady dari keluarga Quirzen dan jangan pernah membuat malu." Ucap seorang paruh baya yang langsung menarik tubuh putrinya.

Dengan jalan tergesa ia menyeret tubuh Italy. Si putri yang tak siap dengan tarikan sang ayah hanya bisa pasrah. Sesampainya mereka di kamar dengan pintu berwarna putih gading. Pria dewasa itu membuka pintu itu, menarik pergelangan tangan kecil itu secara paksa agar putrinya masuk keruangan yang tak lain adalah kamar putrinya sendiri.

"Selesai kan lukisan itu dan jangan harap kau bisa keluar dari tempat ini. Camkan itu, Italy." Ucap ayahnya dingin tak lupa tatapan tajamnya.

Italy yang mendengar itu hanya bisa menunduk. Tak lama para pelayan membawa perlengkapan melukisnya dari ruangan tempat tadi. Setelah para pelayan itu keluar,

Brak-

Pintu itu di banting dengan keras. Italy juga bisa mendengar kalau pintu kamarnya di kunci dari luar. Hanya para pelayan yang bisa keluar masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu menatap jendela, di sana sudah di pasang tralis. Ia tersenyum miris, kembali teringat dengan aksi melarikan diri yang nihil dan membuatnya harus menjadi penyebab di pecat nya pelayan pribadinya karena aksi nekatnya.

"Benar- benar seperti hidup di balik sangkar emas yang indah." Gumam Italy sendu.

Ia menatap pergelangan tangannya memerah dan membekas tangan besar ayahnya. Sebenernya ia sudah terbiasa, dan tak bisa merasakan sakit lagi. Sejak, entah lah mungkin saat ibunya di kabarkan meninggal dunia karena wabah hitam yang menyerang wilayah kekuasaan ayahnya 10 tahun yang lalu. Kalau boleh membuat permintaan ia ingin kembali ke masa- masa dimana keluarga nya hidup dengan harmonis.

Sebelum itu, perkenalkan nama ku Italy Quirzen. Aku adalah putri dari pasangan Marquess dan Marchioness Quirzen, wilayah yang sangat kental dengan seni dan hiburan. Wilayah barat yang di berikan langsung oleh kaisar sebagai bentuk penghormatan perang perebutan wilayah. Sebenernya ia tak peduli akan hal itu. Ia hidup di gemilang harta, dulu keluarga nya hidup dengan harmonis bahkan semua keinginan Italy yang terkenal melenceng dari seorang putri dari Marquess pun selalu di turuti oleh kedua orang tuanya tapi itu dulu. Sekarang tidak, sejak sepuluh tahun yang lalu tepat setelah kematian ibunya, ayahnya berubah dan menuntut nya menjadi lebih berpendidikan sebelum dirinya menjalani debut nya di usia 18 tahun.

Mungkin cukup sampai di situ perkenalan singkat ini. Italy mendekati lukisan setengah jadi nya, lukisan yang selalu di cerca oleh ayahnya padahal di dalam lukisan tersebut sangat mencerminkan suasana hatinya tapi di mata ayahnya lukisan tersebut hanyalah bencana.

"Pria tua sinting itu. Arghhhh- aku sangat membencinya." Geram Italy yang merusak lukisannya sendiri dengan menyiramkan cat ke kanvas itu

Gaun hijau mudanya ternodai oleh cat merah menyala. Ia membiarkan hal itu, memilih ke ruang ganti yang ada di kamarnya. Mengganti gaunnya dengan gaun baru. Sebab sebentar lagi guru nya kursus alat musik nya akan datang.

[ A ] Perfect Strangers • Remake [SU] - Close Request Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang